“Anak-anak sudah diberikan arahan dan imbauan agar tidak mengulangi perilaku negatif tersebut. Mereka juga siap menerima konsekuensi hukum apabila kejadian serupa terulang,” tegasnya saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026).
Ia menambahkan, tidak ada pihak yang diuntungkan dari aksi tawuran. Selain membahayakan diri sendiri, perang sarung juga berpotensi melukai orang lain dan mengganggu ketertiban umum.
Kapolsek turut mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hari.
Pengawasan dan komunikasi yang baik dinilai menjadi kunci utama untuk mencegah remaja terjerumus dalam pergaulan negatif.
“Orang tua harus aktif memantau kegiatan anak-anaknya agar tidak melakukan hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengawasan kolektif dari keluarga, sekolah, tokoh agama, dan aparat keamanan sangat diperlukan, khususnya menjelang Ramadan, saat potensi perang sarung kerap meningkat.