Unggahan tersebut menuai berbagai komentar dari warganet yang mempertanyakan kualitas serta pengawasan program MBG.
Banyak orang tua berharap adanya klarifikasi resmi dari pihak terkait mengenai standar harga, komposisi menu, serta mekanisme pengawasan distribusi makanan.
Program MBG sejatinya bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa dan mendukung konsentrasi belajar.
Namun, polemik yang terjadi di hari pertama sekolah pasca-libur Ramadan ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.
BACA JUGA:Program MBG Diaudit Ketat, Menperin Pastikan Standar Halal dan Keamanan Pangan
Sejumlah warga berharap instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur penyedia SPPG yang bertanggung jawab atas distribusi makanan.
Transparansi penggunaan anggaran serta pengawasan ketat dinilai menjadi kunci agar program ini benar-benar tepat sasaran.
Meski merasa kecewa, sebagian orang tua memilih menunggu klarifikasi resmi dari pemerintah daerah. Mereka berharap program MBG tetap berjalan, namun dengan kualitas dan nilai yang sesuai ketentuan.
“Kalau memang untuk kebaikan anak-anak, tentu kami mendukung. Tapi harus jelas dan sesuai aturan,” ujar salah satu wali murid lainnya. (*)