Menurutnya, sinyal itu muncul setelah kekalahan Nina pada Pilkada Indramayu 2024. Meski tidak secara gamblang menyebut akan berlabuh ke partai mana, keinginan tersebut sempat disampaikan dalam komunikasi internal.
BACA JUGA:Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Kirim Surat ke UNICEF: Help Us!
BACA JUGA:Arus Mudik Lebaran 2026, Jabar Siapkan 60 Posko dan Tim Reaksi Cepat
“Memang pernah ada sinyal ingin pindah setelah kalah Pilkada 2024, walaupun tidak menyebutkan akan ke partai mana,” ungkapnya.
Dinamika Politik Dinilai Wajar
Sirojudin menilai perpindahan kader dari satu partai ke partai lain merupakan hal yang lumrah dalam dinamika politik.
Ia menyebut, setiap politisi memiliki pertimbangan dan langkah strategis masing-masing dalam menentukan arah politiknya.
“Dalam politik, perpindahan seperti ini adalah bagian dari dinamika yang biasa terjadi,” jelasnya.
Meski demikian, DPC PDI Perjuangan Indramayu tetap menghormati setiap keputusan politik yang diambil secara pribadi, baik oleh kader maupun mantan kadernya.
Tegaskan Basis Massa Tetap Solid
Terkait potensi dampak terhadap basis massa PDI Perjuangan di Kabupaten Indramayu, Sirojudin memastikan tidak ada kekhawatiran berarti.
Ia menegaskan bahwa struktur partai di Indramayu sudah kuat hingga tingkat akar rumput.
Saat ini, PDI Perjuangan Indramayu memiliki sekitar 6.000 pengurus dan kader yang tersebar di berbagai tingkatan kepengurusan.
“Saya rasa ini tidak akan memengaruhi basis massa kami. Struktur organisasi sudah solid dan mengakar sampai bawah,” tegasnya.
Ke depan, pihaknya akan tetap fokus pada konsolidasi internal dan memperkuat soliditas kader dalam menghadapi dinamika politik yang terus berkembang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi langsung dari Nina Agustina terkait kabar kepindahannya ke PSI.