Terungkap! Wanita Cirebon Diduga Disekap dan Alami Kekerasan di China

Jumat 27-02-2026,11:24 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Tatang Rusmanta

RADARCIREBON.COM – Kisah pilu dialami seorang perempuan asal Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Ia diduga menjadi korban praktik perdagangan orang dengan modus “pengantin pesanan” yang melibatkan jaringan lintas negara hingga ke China.

Perempuan bernama Vina itu awalnya tak pernah menyangka perkenalan biasa justru membawanya ke dalam lingkaran sindikat perjodohan internasional yang berujung penyekapan, kekerasan fisik, hingga dugaan kekerasan seksual di negeri orang.

Awal Perkenalan Berujung Petaka

BACA JUGA:Viral! Warga Cirebon Ngaku Jadi Korban Pengantin Pesanan di China, Minta Tolong Dedi Mulyadi

BACA JUGA:Ketua BEM UGM Mengaku Diteror: 'Makin Ditekan, Makin Melawan, Makin Diteror, Makin Gacor'

Sebelum peristiwa ini terjadi, Vina bekerja di sebuah restoran di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Ia sempat mendapat peringatan dari atasannya agar tidak mudah percaya atau terlalu dekat dengan warga negara asing yang baru dikenal.

Namun, peringatan tersebut tak sepenuhnya ia pahami. Hingga suatu hari, ia diperkenalkan kepada pria asal China bernama Zhang Haibo melalui relasi rekan kerja atasannya.

Pertemuan pertama dilakukan di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta. Tanpa disadari, momen itu menjadi pintu masuk ke jaringan agen perjodohan yang diduga terorganisir rapi.

BACA JUGA:Cuma Rp198 Ribu! Nikmati Buffet untuk Buka Puasa Ramadan Lengkap di Grage Hotel Cirebon

BACA JUGA:Purnawirawan Jenderal Polisi Jadi Penceramah Ramadan di Cirebon, Ajak Umat Perbanyak Sedekah

Sejumlah nama seperti Liu, Nisa, Herman, Susi, dan Amey disebut terlibat dalam proses tersebut. Mereka diduga berperan sebagai perantara yang mengatur perkenalan hingga proses keberangkatan ke luar negeri.

Para agen itu disebut-sebut memanipulasi identitas dan status calon suami bernama Wang Jun.

Untuk meyakinkan keluarga korban dan perangkat desa setempat di Gombang, mereka bahkan menunjukkan dokumen yang menyatakan calon mempelai pria telah menjadi mualaf.

Kategori :