Timur Tengah Memanas, Jamaah Umrah Cirebon Aman di Arab Saudi, Berikut Ini Update Terbaru

Senin 02-03-2026,07:56 WIB
Reporter : Ade Gustiana
Editor : Tatang Rusmanta

Salah satu kekhawatiran terbesar keluarga jamaah di Tanah Air adalah kemungkinan penghentian penerbangan. Namun hingga saat ini, belum ada instruksi resmi terkait penutupan rute langsung Saudi-Jakarta.

BACA JUGA:Begini Skenario Jika Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Apakah Timnas Indonesia Bisa Dapat Tiket Pengganti?

Salam Tour menggunakan penerbangan langsung (direct flight) dari Jeddah menuju Jakarta tanpa transit di negara lain. Strategi ini dinilai meminimalkan risiko gangguan.

Menurut Dede Muharam, rute yang berpotensi terdampak justru penerbangan transit melalui wilayah seperti Dubai atau Qatar.

“Yang bermasalah itu yang transit Dubai, Qatar. Kalau direct flight Jeddah-Jakarta, Insya Allah aman dalam kondisi saat ini,” jelasnya.

Hingga kini, bandara di Jeddah maupun Jakarta belum mengeluarkan pengumuman penutupan atau pembatasan operasional.

BACA JUGA:Wali Kota Cirebon Hadiri Lentera Ramadan, 200 Anak Yatim Terima Santunan dan Motivasi Penuh Haru

Hoaks dan Informasi Tak Terverifikasi Picu Kepanikan

Di tengah derasnya arus informasi media sosial, Dede Muharam mengingatkan pentingnya merujuk pada sumber resmi. Ia menilai, sebagian kekhawatiran muncul akibat informasi yang belum tentu terverifikasi.

“Bisa jadi sumber-sumber yang tidak resmi itu hoaks,” tegasnya.

Ia meminta keluarga jamaah tetap memantau informasi dari pemerintah Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), serta otoritas Arab Saudi.

Imbauan Resmi Kemenhaj RI

Pada 28 Februari 2026, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menerbitkan imbauan resmi terkait perkembangan situasi Timur Tengah.

Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Puji Raharjo, menyampaikan bahwa pemerintah terus memonitor kondisi secara cermat.

“Kami mengimbau kepada seluruh jamaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing,” ujarnya.

Kemenhaj juga menyebut beberapa penerbangan internasional berpotensi mengalami penjadwalan ulang, penundaan, atau bahkan pembatalan. Namun hingga saat ini, belum ada kebijakan penghentian total penerbangan Indonesia–Arab Saudi.

Kategori :