Dipanggil Prabowo, Bahlil Bahas Antisipasi Dampak Penutupan Selat Hormuz

Senin 02-03-2026,22:02 WIB
Reporter : Moh Junaedi
Editor : Rusdi Polpoke

Untuk memperkuat langkah antisipasi, Bahlil dijadwalkan menggelar rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN).

“Besok saya akan rapat dengan Dewan Energi Nasional. Setelah itu baru saya akan menyampaikan hasil analisa dan kajian dari DEN,” ujarnya.

Ketegangan meningkat setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu 28 Februari 2026.

BACA JUGA:BBM Nonsubsidi Turun Serentak, Ini Daftar Lengkap Harga Terbaru Pertamina per 1 Februari 2026

Serangan tersebut merupakan yang kedua di era pemerintahan Presiden AS Donald Trump sejak Juni 2025.

Trump menyatakan operasi militer dilakukan untuk melindungi rakyat Amerika dari ancaman yang disebutnya berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir Iran.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah menggelar tiga putaran perundingan tidak langsung terkait program nuklir Iran yang dimediasi Oman.

Putaran awal berlangsung di Muscat dan Jenewa, membahas pembatasan pengayaan uranium sebagai imbalan pencabutan sanksi.

Namun, meningkatnya ketegangan di kawasan membuat situasi kembali tidak menentu dan berdampak langsung pada pasar energi global.

BACA JUGA:Mahfuz Sidik: Target Serangan Israel-AS ke Iran Mewujudkan Israel Raya dan Perang Kawasan

Langkah cepat pemerintah memanggil Menteri ESDM menunjukkan keseriusan dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Apalagi, Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi minyak dunia yang dilalui sekitar seperlima pasokan global setiap hari.

Jika gangguan berlanjut, bukan hanya harga minyak yang terdampak, tetapi juga stabilitas ekonomi global.

Pemerintah memastikan akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk menjaga pasokan energi tetap aman, terutama menjelang momen Lebaran 2026. (*)

Kategori :