Harga BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik Saat Ramadan dan Lebaran 2026

Kamis 05-03-2026,21:00 WIB
Reporter : Moh Junaedi
Editor : Rusdi Polpoke

Dengan aturan tersebut, harga BBM non-subsidi dapat menyesuaikan dengan perkembangan harga minyak dunia.

Artinya, perubahan harga BBM non-subsidi tetap mungkin terjadi apabila terjadi fluktuasi signifikan pada harga minyak global.

Bahlil juga meluruskan informasi yang sempat beredar terkait stok BBM nasional yang disebut hanya cukup untuk sekitar 20 hari akibat konflik di Timur Tengah.

Menurutnya, angka tersebut bukan menunjukkan kondisi krisis energi, melainkan menggambarkan kapasitas penyimpanan atau storage BBM yang dimiliki Indonesia.

BACA JUGA:BBM Nonsubsidi Turun Serentak, Ini Daftar Lengkap Harga Terbaru Pertamina per 1 Februari 2026

“Memang sejak dahulu kemampuan storage kita di Indonesia tidak lebih dari 21 sampai 25 hari,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa standar minimal ketahanan stok BBM nasional berada di kisaran 20–21 hari, sementara batas maksimalnya sekitar 25 hari.

Nasional, rata-rata ketahanan stok BBM nasional saat ini berada pada level sekitar 22–23 hari.

Bahlil menegaskan bahwa keterbatasan ketahanan stok BBM bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan energi, melainkan oleh kapasitas tangki penyimpanan yang masih terbatas.

Jika pemerintah ingin menambah cadangan BBM nasional, maka diperlukan pembangunan infrastruktur storage yang lebih besar.

“Kalau kita mau tambah, kita simpan di mana? Storage-nya memang belum cukup,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta media dan masyarakat tidak salah menafsirkan informasi mengenai stok BBM nasional agar tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Pemerintah memastikan pasokan energi nasional tetap terkendali dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. (*)

Kategori :