Ia biasanya mulai membuka lapak sejak sore hari menjelang waktu berbuka puasa. “Biasanya orang beli makanan untuk berbuka atau setelah tarawih. Alhamdulillah, Ramadan selalu membawa rezeki lebih bagi pedagang kecil seperti kami,” ujarnya.
Hal serupa juga dirasakan pedagang perlengkapan ibadah yang berjualan di sekitar kawasan masjid. Mereka kerap melayani pengunjung yang ingin membeli sarung, peci, atau tasbih sebagai oleh-oleh setelah berkunjung ke Masjid Sang Cipta Rasa.
Tidak sedikit pula wisatawan yang datang untuk melihat langsung masjid bersejarah tersebut.
Sebagian dari mereka berasal dari luar kota, bahkan dari luar provinsi. Selain beribadah, mereka juga ingin menyaksikan langsung tradisi azan pitu yang menjadi ciri khas masjid ini. Bagi sebagian pengunjung, kunjungan ke Masjid Sang Cipta Rasa bukan sekadar wisata sejarah.
Lebih dari itu, perjalanan tersebut juga menjadi pengalaman spiritual yang mempertemukan mereka dengan jejak dakwah para wali di masa lalu. (ade)
BACA JUGA:Sempat Viral Minta Bantuan, Vina Asal Cirebon Korban TPPO Akhirnya Kembali ke Tanah Air