Materi pelatihan juga menyoroti pentingnya pengelolaan limbah dapur serta sanitasi lingkungan kerja.
"Lingkungan dapur yang bersih dan tertata dengan baik diyakini mampu meminimalisir risiko berkembangnya mikroorganisme berbahaya yang dapat mencemari makanan," tambah pria yang pernah aktif di Universitas Pertahanan Republik Indonesia ini.
Dalam kesempatan ini, dia juga menjelaskan, Bimtek kali ini menjadi bagian dari upaya percepatan penerbitan SLHS bagi fasilitas dapur atau tempat pengolahan makanan yang terlibat dalam program pelayanan gizi.
SLHS merupakan bentuk pengakuan resmi bahwa suatu fasilitas pengolahan makanan telah memenuhi standar kebersihan, sanitasi, serta keamanan pangan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan.
"SLHS menjadi instrumen penting dalam menjaga kredibilitas program pelayanan gizi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas makanan yang disalurkan," jelas Brigjen (Purn) Suardi Samiran.
Dirinya berharap, melalui Bimtek ini, para peserta dapat meningkatkan kompetensi serta profesionalisme dalam mengelola dapur di SPPG masing-masing.
BACA JUGA:Babinsa Pegambiran Monitoring Pendistribusian MBG untuk B3
"Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu memahami serta menerapkan standar higiene dan sanitasi secara konsisten dalam setiap tahapan proses pengolahan makanan," pungkasnya. (*)