Salah satu warga setempat, Anto, mengatakan angin kencang sebenarnya bukan hal baru bagi warga di wilayah tersebut, terutama saat memasuki masa peralihan musim hujan menuju musim kemarau.
BACA JUGA:Ridwan Tuntaskan Lari 100 KM 24 Jam di Stadion Bima, Nyaris Menyerah karena Cuaca Ekstrem
Namun menurutnya, kejadian pada Rabu sore itu menjadi salah satu yang paling parah dibandingkan dengan peristiwa angin kencang yang pernah terjadi sebelumnya.
“Angin seperti ini sebenarnya sering terjadi menjelang akhir musim hujan, tapi yang kemarin itu paling besar. Banyak pohon sampai tumbang,” ujar Anto.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Meski demikian, warga diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Hingga Rabu sore, warga masih melakukan pembersihan di sejumlah titik yang terdampak pohon tumbang. Upaya tersebut dilakukan agar akses jalan kembali normal dan lingkungan permukiman kembali aman. (*)