Program Gentengisasi Jatiwangi Resmi Dimulai, Maruarar Sirait Lepas 14 Truk Genteng Senilai Rp3 Miliar

Kamis 12-03-2026,08:39 WIB
Reporter : Iim Abdurohim
Editor : Tatang Rusmanta

“Ini bukan sekadar membangun rumah. Ini adalah kebijakan Presiden Prabowo yang memastikan negara hadir untuk mendukung UMKM agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Maruarar yang akrab disapa Bang Ara.

BACA JUGA:Pemda Wajib Lindungi Anak dari Dampak Digital, Kemendagri Siapkan Reward Dana Insentif

Ia menambahkan bahwa pengrajin genteng tradisional harus menjadi bagian penting dalam ekosistem pembangunan nasional.

Dengan adanya program ini, permintaan genteng lokal diharapkan meningkat sehingga mampu menghidupkan kembali industri yang sempat tertekan oleh perkembangan material atap modern.

Dorong Standarisasi dan Daya Saing

Selain memberikan dukungan pasar, pemerintah juga mendorong para pengusaha genteng di Jatiwangi untuk meningkatkan kualitas produk.

BACA JUGA:BMKG Rilis Posisi Hilal Syawal 1447 H, Idulfitri Diprediksi 21 Maret 2026

BACA JUGA:BGN Hentikan Operasional 1.512 SPPG di Jawa, Ini Daftar Provinsi Terdampak

Maruarar menekankan pentingnya standar mutu dan sertifikasi SNI agar produk genteng lokal mampu bersaing dengan material konstruksi modern yang saat ini semakin populer.

Ia berharap pengrajin tidak hanya mengandalkan pasar lokal, tetapi juga mampu memperluas jangkauan distribusi ke berbagai daerah di Indonesia.

“Produk genteng harus terus meningkatkan kualitas agar mampu bersaing secara nasional. Standar SNI penting agar pasar semakin percaya,” tegasnya.

Jika program ini berjalan sukses, pemerintah berencana menjadikannya model kebijakan yang bisa diterapkan di sentra UMKM lain di seluruh Indonesia.

Ribuan Rumah Akan Gunakan Genteng Lokal

Program Gentengisasi juga terhubung dengan berbagai program renovasi rumah yang tengah berjalan di Jawa Barat dan Majalengka.

Secara keseluruhan, program ini akan mendukung perbaikan 2.865 unit rumah dengan total anggaran sekitar Rp3 miliar.

Rinciannya meliputi:

  • 250 rumah diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan anggaran sekitar Rp500 juta.
  • 1.715 rumah diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka dengan nilai sekitar Rp1,5 miliar.
  • 900 rumah mendapat bantuan stimulan dari pemerintah pusat senilai Rp1 miliar.
Kategori :