Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menyebutkan bahwa pada tahap awal, program renovasi rumah akan memprioritaskan penggunaan genteng produksi Jatiwangi.
Dengan asumsi kebutuhan sekitar Rp2 juta genteng per rumah, permintaan terhadap produk lokal diperkirakan meningkat secara signifikan.
Pemkab Majalengka Dukung Produk Lokal
Bupati Majalengka Eman Suherman juga memastikan bahwa program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) di wilayahnya akan menggunakan genteng produksi pengusaha lokal.
Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap keberlangsungan industri genteng Jatiwangi yang telah menjadi identitas daerah selama puluhan tahun.
Dengan meningkatnya permintaan genteng lokal, pemerintah berharap roda ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dapat kembali bergerak.
Dukungan Pengembang dan Sektor Swasta
Program Gentengisasi juga mendapat sambutan dari sektor swasta, terutama pengembang rumah subsidi.
Dua pengembang yang sebelumnya viral karena dedikasinya dalam membangun rumah rakyat, Angga dan Wawan, turut memberikan dukungan nyata.
Keduanya memesan masing-masing empat truk genteng Jatiwangi untuk proyek pembangunan perumahan subsidi di Bogor dan Serang.
Selain itu, Menteri PKP Maruarar Sirait secara pribadi juga menyatakan komitmennya untuk memesan 10 truk genteng tambahan.
Genteng tersebut rencananya akan digunakan untuk pembangunan dan renovasi rumah prajurit TNI, sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka menjaga kedaulatan negara.
Harapan Baru Pengrajin Genteng
Bagi para pelaku usaha di Jatiwangi, program ini menjadi harapan baru setelah beberapa tahun terakhir industri genteng tradisional mengalami penurunan permintaan.
Riswan, salah satu pengusaha genteng di Jatiwangi, mengaku bersyukur dengan adanya program tersebut.
Menurutnya, industri genteng sempat terpukul akibat maraknya penggunaan material atap modern yang lebih praktis dan ringan.