Dialog Warga Desa Belawa: Pamsimas, Mobil Siaga, hingga Transparansi Titisara Jadi Sorotan

Minggu 15-03-2026,06:01 WIB
Reporter : Moh Junaedi
Editor : Rusdi Polpoke

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Pemerintah Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon menggelar forum dialog bersama masyarakat.

Tujuannya, untuk menyerap berbagai aspirasi warga terkait pembangunan desa, pelayanan publik, hingga pengelolaan aset desa.

Kegiatan tersebut berlangsung di kantor balai desa dan dihadiri unsur pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta warga setempat, Sabtu 14 Maret 2026.

BACA JUGA:Bikin Bangga! Desa Belawa Tembus Enam Besar Galeri Pelangi PKK Jabar, Bupati Imron: Semoga Jadi Juara!

Ketua BPD Desa Belawa, Oo Sugiarto, mengatakan forum ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan desa.

Beberapa isu yang disoroti warga di antaranya pelayanan air bersih dari program Pamsimas, penyaluran bantuan sosial berdasarkan data desil penerima manfaat, hingga harapan masyarakat agar pembangunan desa dapat terus berkembang.

“Melalui forum ini diharapkan dapat ditemukan solusi terbaik terhadap berbagai persoalan yang ada di masyarakat,” kata Oo.

Dalam sesi dialog, sejumlah warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. 

Salah satunya disampaikan oleh Ade, warga setempat, yang menyoroti rencana pengadaan mobil operasional desa.

BACA JUGA:Kuwu Belawa Tegaskan Tidak Ada Meteor Jatuh di Wilayahnya

Menurutnya, kendaraan tersebut sebaiknya tidak terlalu mewah agar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk berbagai kepentingan masyarakat, terutama dalam pelayanan sosial dan kegiatan desa.

Selain itu, warga juga mempertanyakan transparansi pengelolaan aset desa, seperti penyewaan titisara dan pemasangan tiang jaringan optik di wilayah desa.

Tak hanya itu, warga juga meminta penjelasan terkait pembangunan pengecoran jalan yang disebut berasal dari bantuan dinas, bukan dari dana desa.

Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Kuwu Desa Belawa, Deni Kusuma menjelaskan, pengadaan mobil siaga desa dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat.

Ia juga menyebutkan bahwa perbedaan harga kendaraan operasional tidak terlalu signifikan sehingga tetap disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan desa.

Kategori :