CIREBON, RADARCIREBON.COM – Arus lalu lintas di ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) pada Kamis 19 Maret 2026 malam mulai menunjukkan tren melandai setelah sebelumnya terpantau ramai lancar sepanjang hari.
Data terbaru dari Astra Tol Cipali hingga pukul 22.00 WIB mencatat sekitar 108 ribu kendaraan telah melintasi eks Gerbang Tol Cikopo menuju arah Cirebon.
Jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 14,3 persen dibandingkan periode yang sama pada hari sebelumnya.
BACA JUGA:Indonesia Masuk Board of Peace, Prabowo: Untuk Perjuangan Kemerdekaan Palestina
Penurunan volume kendaraan ini terlihat seiring berjalannya waktu menuju malam hari. Arus lalu lintas yang sebelumnya cukup padat kini berangsur lebih lengang, menandakan sebagian besar pemudik telah melanjutkan perjalanan lebih awal.
Momentum ini terjadi bertepatan dengan Hari Raya Nyepi dan H-2 Lebaran 2026, yang menjadi salah satu puncak pergerakan kendaraan di jalur Tol Trans Jawa, khususnya di ruas Cipali yang menghubungkan wilayah barat dan timur Pulau Jawa.
Meski kondisi lalu lintas relatif terkendali, pihak Astra Tol Cipali tetap mengingatkan para pengguna jalan untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Salah satu imbauan utama adalah tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah atau mengantuk.
BACA JUGA:Pertemuan Prabowo dan Megawati di Istana, Simbol Persatuan Bangsa
“Pengguna jalan diimbau untuk segera beristirahat apabila merasa lelah. Manfaatkan rest area atau keluar di gerbang tol terdekat demi keselamatan,” ujar Ardam Rafif Trisilo, Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, dalam keterangan tertulisnya.
Selain itu, Astra Tol Cipali juga mengatur operasional rest area dengan sistem buka-tutup secara situasional.
Kebijakan ini diterapkan untuk menghindari kepadatan berlebih di area parkir dan menjaga kenyamanan pemudik.
Sebagai alternatif, pengguna jalan disarankan untuk keluar sementara melalui gerbang tol terdekat apabila rest area penuh.
Menariknya, pengemudi tidak akan dikenakan biaya tambahan saat keluar dan masuk kembali ke tol, karena sistem transaksi Tol Trans Jawa menggunakan sistem tertutup berbasis jarak tempuh.
Dengan sistem ini, pengguna tetap membayar sesuai jarak perjalanan tanpa tambahan tarif meski sempat keluar tol untuk beristirahat.