Panas, Debu, dan Risiko Jalanan: Perjuangan Jurnalis Liput Arus Mudik di Pantura Cirebon

Jumat 20-03-2026,08:46 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Leni Indarti Hasyim

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Di balik derasnya arus mudik yang melintasi jalur Pantura Cirebon setiap Ramadhan, ada cerita lain yang jarang tersorot perjuangan para jurnalis di lapangan. 

Mereka sekadar melaporkan kondisi lalu lintas, namun juga merasakan langsung dinamika, kelelahan, hingga haru yang menyertai perjalanan para pemudik.

Sejak pagi hingga larut malam, para jurnalis harus siaga di titik-titik rawan kepadatan. Teriknya matahari siang hari di Pantura seringkali menyengat tanpa ampun, sementara deburan jalanan dan asap kendaraan menjadi “teman setia” selama bertugas. 

Belum lagi risiko saat harus melintasi jalan atau mengambil gambar di tengah arus kendaraan yang padat dan bergerak cepat.

BACA JUGA: Diprediksi Padat Arus Balik Lebaran 2026, Ini Strategi Korlantas Polri

"Kalau sudah di lapangan, fokus utama kami adalah keselamatan. Tapi di sisi lain, kami juga dituntut untuk mendapatkan gambar dan informasi secepat mungkin," ujar Charles salah seorang jurnalis Nusantara TV (NTV) di Cirebon kepada RadarCirebon.Com, Jumat (20/3/2026).

Namun di balik tantangan itu, ada pula momen-momen yang menghangatkan hati. Para jurnalis kerap berinteraksi langsung dengan pemudik, mendengar kisah perjalanan mereka, mulai dari yang menempuh ratusan kilometer dengan sepeda motor hingga membawa keluarga kecil dengan penuh harapan bisa berkumpul di kampung halaman.

“Kadang ada pemudik yang curhat, sudah capek di jalan tapi tetap semangat karena ingin bertemu keluarga. Itu yang bikin kami ikut terharu,”ucap Charles.

Tak jarang, jurnalis juga harus menjalani buka puasa di pinggir jalan. Dengan bekal seadanya atau berbagi dengan rekan sesama wartawan, mereka menikmati momen sederhana di tengah hiruk pikuk lalu lintas. 

BACA JUGA: Arus Mudik Cirebon Aman, Kapolresta Turun Langsung ke Pos Pam Ciledug

Suara klakson kendaraan dan deru mesin menjadi latar suasana berbuka yang jauh dari kata tenang.

Di sisi lain, dukungan dari aparat kepolisian dan petugas di lapangan juga membantu kerja jurnalis. Informasi terkait rekayasa lalu lintas, titik kemacetan, hingga kondisi darurat menjadi bahan penting untuk disampaikan kepada masyarakat secara cepat dan akurat.

Meski penuh tantangan, para jurnalis mengaku bangga bisa menjadi bagian dari penyampai informasi bagi publik. Mereka sadar, laporan yang mereka buat bisa membantu pemudik menentukan rute perjalanan yang lebih aman dan nyaman.

“Capek pasti, tapi ada kepuasan tersendiri. Apalagi kalau informasi yang kita sampaikan bermanfaat untuk banyak orang,”ujar Dede Adhitama jurnalis BTV kepada RadarCirebon.Com

Bagi para jurnalis Cirebon, meliput arus mudik di jalur Pantura bukan sekadar tugas rutin tahunan. Ini adalah perjalanan penuh cerita tentang pengabdian, kelelahan, kebersamaan, dan juga rasa haru yang tak tergantikan di bulan suci Ramadhan. (rdh)

Kategori :