CIREBON, RADARCIREBON.COM – Kawasan wisata bersejarah Goa Sunyaragi tampil berbeda selama libur Lebaran tahun ini. Pengelola memperpanjang jam operasional sekaligus menghadirkan wisata malam bertema festival cahaya.
Kebijakan tersebut diberlakukan oleh Badan Pengelola Taman Air Goa Sunyaragi (BPTAGS) selama periode 27 Maret hingga 3 Mei 2026, bertepatan dengan libur Idul Fitri 1447 Hijriyah. Jika biasanya kawasan ini tutup pada sore hari, kini operasional diperpanjang hingga pukul 23.00 WIB.
Sejak pukul 08.00 WIB, pengunjung tetap dapat menikmati tur reguler di kawasan situs sejarah peninggalan Kesultanan Cirebon tersebut.
Memasuki sore hingga malam hari, suasana kawasan berubah dengan hadirnya konsep wisata malam bertajuk “Lumi Land Sunyaragi Cave Park”. Konsep ini mengusung permainan lampu artistik yang menghiasi area taman air dan bangunan karang khas Sunyaragi.
BACA JUGA:Klub Baru Mohamed Salah setelah Tinggalkan Liverpool, Ini Dia 3 yang Berpeluang Jadi Tujuan
Kepala Humas dan Promosi BPTAGS, Eko Ardi Nugraha, mengatakan program tersebut digelar bekerja sama dengan pihak ketiga guna menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda.
“Pengunjung akan merasakan suasana berbeda di Goa Sunyaragi. Kami menghadirkan konsep festival cahaya agar kawasan ini tetap hidup hingga malam,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Ia menjelaskan, wisata malam “Lumi Land” dapat dinikmati mulai pukul 17.00 hingga 23.00 WIB. Area kompleks akan dipenuhi instalasi cahaya yang menonjolkan tekstur batu karang, lorong goa, hingga bangunan kuno yang menjadi ciri khas kawasan.
Eko menambahkan, tiket untuk wisata malam akan dibedakan dari tiket kunjungan reguler. Namun, harga tiket pada jam operasional siang hari tetap berlaku seperti biasa.
BACA JUGA:Arus Balik Cipali Hari Ini, One Way Arah Jakarta Tetap Lancar hingga Rabu Pagi
Program ini juga menjadi strategi untuk memaksimalkan momentum libur Lebaran, di mana mobilitas masyarakat cenderung meningkat, termasuk kunjungan wisata.
Sebagai salah satu ikon wisata sejarah Kota Cirebon, Goa Sunyaragi dikenal sebagai kompleks taman air sekaligus tempat meditasi para sultan dan prajurit pada masa Kesultanan Cirebon.
Arsitekturnya yang unik—perpaduan batu karang, lorong goa, serta bangunan bergaya Jawa, Sunda, hingga Tiongkok—menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Dengan hadirnya konsep wisata malam, pengelola berharap kunjungan tidak hanya terfokus pada siang hari, tetapi juga meningkat pada malam hari.
BACA JUGA:Kapan WFH ASN Cirebon Diterapkan? Ini Update Terbaru dari Pemerintah