CIREBON, RADARCIREBON.COM – Momentum Halalbihalal dimanfaatkan secara maksimal oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Karangsuwung untuk memperkenalkan berbagai program strategis tahun 2026 yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Desa Karangsuwung, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, Jumat 27 Maret 2026 ini berlangsung penuh kehangatan dan dihadiri sejumlah unsur penting.
Turut hadir Camat Karangsembung Lina Marlina, Kuwu Karangsuwung Arief Nurdiansyah, jajaran perangkat desa, BPD, para Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, hingga perwakilan Baznas Kabupaten Cirebon.
BACA JUGA:Keren! RSUD Waled Segera Hadirkan Layanan Jantung dan Cath Lab Canggih di Cirebon Timur
Ketua UPZ Desa Karangsuwung, Moch Hasyirul Falah, menegaskan bahwa peran UPZ tidak hanya sebatas menghimpun zakat, infak, dan sedekah. Lebih dari itu, UPZ hadir sebagai penggerak pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
“UPZ bukan hanya mengumpulkan dana umat, tetapi juga memastikan penyalurannya tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pengelolaan dana umat harus mampu memberikan dampak nyata, khususnya bagi masyarakat kurang mampu dan kelompok rentan di desa.
Dalam sosialisasi tersebut, UPZ Karangsuwung memaparkan sejumlah program unggulan tahun 2026 yang menyasar berbagai sektor.
BACA JUGA:PP Tunas Mulai Berlaku per 28 Maret 2026, Platform Digital Wajib Patuh Aturan Perlindungan Anak
Program tersebut meliputi bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu), dukungan pendidikan bagi keluarga dhuafa, santunan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis kemandirian.
Program pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu fokus utama, dengan tujuan membantu masyarakat agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mandiri secara finansial dalam jangka panjang.
“Langkah ini sejalan dengan upaya menjadikan zakat sebagai instrumen pembangunan sosial yang berkelanjutan di tingkat desa,” imbuhnya.
Tak hanya sebatas sosialisasi, kegiatan Halalbihalal ini juga diisi dengan aksi nyata berupa penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Sebanyak 40 warga yang tergolong miskin ekstrem menerima bantuan pangan berupa beras masing-masing 5 kilogram.
BACA JUGA:Kabar Gembira! Persiapan Haji 2026 Cirebon Sudah 100 Persen, Berangkat 24 April