RADARCIREBON.COM – Rencana penerapan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) di Kabupaten Indramayu mulai mengemuka.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu saat ini masih menunggu regulasi resmi dari pemerintah pusat sebelum kebijakan tersebut benar-benar diberlakukan.
Wacana WFH sendiri merupakan bagian dari langkah efisiensi energi, khususnya untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Kebijakan ini muncul seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global yang berdampak pada sektor energi.
BACA JUGA:Laporan Bupati Majalengka: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Turun
BACA JUGA:Tren Menikah di Bulan Syawal: Kota Cirebon Naik, Kabupaten Justru Turun
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyatakan bahwa pihaknya tidak tinggal diam.
Meski aturan teknis dari pusat belum terbit, Pemkab sudah mulai menyusun skenario awal penerapan WFH di lingkungan aparatur sipil negara (ASN).
Menurut Lucky, kebijakan WFH di Indramayu akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa hari pelaksanaan WFH kemungkinan tidak akan jatuh pada hari Jumat seperti yang banyak dibahas, melainkan dipertimbangkan pada hari lain.
BACA JUGA:Perampokan Minimarket di Majalengka, Modus Beli Kopi Berujung Penodongan
BACA JUGA:Penculikan di Majalengka Pelaku Warga Kuningan: Korban Dikeroyok, Uang Dirampas
“WFH ini penting untuk mendukung efisiensi, terutama dalam penghematan BBM. Namun untuk penerapannya, kami masih menunggu aturan resmi dari pemerintah pusat. Kemungkinan hari pelaksanaannya bukan Jumat, tapi bisa saja hari Rabu,” ujarnya usai apel di Alun-alun Indramayu, Senin (30/3/2025).
Lebih lanjut, Lucky menegaskan bahwa sebelum kebijakan tersebut dijalankan, pihaknya akan melakukan pembahasan mendalam bersama seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta para camat di wilayah Indramayu.
Kajian tersebut bertujuan untuk mengukur dampak penerapan WFH secara menyeluruh.