Pemprov Jabar Sukses Tekan Kemiskinan dan Pengangguran, Ini Strateginya

Selasa 31-03-2026,19:04 WIB
Reporter : Moh Junaedi
Editor : Moh Junaedi

Di sektor energi dan sumber daya mineral, Pemprov Jabar juga memperluas akses listrik bagi masyarakat kurang mampu. 

Tercatat sebanyak 76.123 sambungan listrik telah diidentifikasi untuk disalurkan kepada warga di 1.367 desa dan kelurahan.

Selain fokus pada pengurangan beban pengeluaran, Pemprov Jabar juga berupaya meningkatkan pendapatan masyarakat.

BACA JUGA:Setelah Viral Jalan Rusak Desa Gadingan Indramayu Diperbaiki, Rp3,4 Miliar Disiapkan

Salah satunya melalui pelatihan bagi pekerja migran Indonesia agar memiliki keterampilan yang lebih kompetitif.

Tak hanya itu, bantuan modal usaha juga disalurkan kepada kelompok usaha bersama (KUBE). 

Sebanyak 57 KUBE menerima bantuan tersebut untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat miskin.

Di sisi lain, capaian positif juga terlihat pada penurunan tingkat pengangguran terbuka. 

Pada 2025, tingkat pengangguran di Jawa Barat tercatat sebesar 6,66 persen, turun dibandingkan 2024 yang berada di angka 6,75 persen.

Penurunan ini bahkan melampaui target yang telah ditetapkan sebesar 6,99 persen, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional per November 2025.

Erwan menyebut, salah satu faktor utama penurunan pengangguran adalah meningkatnya penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor.

BACA JUGA:Perampokan Rumah Mewah di Cirebon, 4 Residivis Dibekuk di Bandung

Beberapa sektor yang mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja antara lain pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menyerap tambahan 0,10 juta tenaga kerja. 

Disusul sektor pendidikan sebesar 0,05 juta orang, serta sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebanyak 0,04 juta orang.

Namun demikian, tidak semua sektor mengalami pertumbuhan. Sektor pertambangan dan penggalian justru mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja sekitar 0,04 juta orang.

Adapun sektor yang memberikan kontribusi terbesar dalam penyerapan tenaga kerja di Jabar adalah sektor reparasi dan perawatan mobil serta sepeda motor dengan kontribusi 22,44 persen. 

Kategori :