Terkait intervensi bupati yang bakal mengambil alih, Setiahadi menganggap bahwa isu yang kembali dimunculkan tentang polemik internal YPPM itu dianggap aneh.
Padahal selama ini hubungan pihaknya dengan universitas selama dua tahun ini telah berjalan baik dan solid.
"Kami ini solid baik dengan dekan, rektor dan civitas. Cuman masalahnya ada pengurus yang lama kembali memunculkan isu konflik internal ini ke publik.”
BACA JUGA:Polemik Statuta Unma Memanas, Guru Besar Soroti Dugaan Cacat Prosedur
“Perlu diketahui bahwa sekarang itu kami telah memiliki legalitas melalui akta notaris baru melalui pengesahan dari Kementerian Hukum," ulas dia.
Setiahadi menganggap bahwa terkait kasus yang tengah berlangsung itu bukan urusan YPPM melainkan personal.
Disamping itu juga bahwa pengurus YPPM lama sudah menyatakan diri tidak keikutsertaan didalam yayasan.
"Pengurus lama itu menyatakan tidak mengurusi lagi yayasan. Terus kemudian mempermasalahkan lagi, ini kenapa?. Sehingga kalau tidak kami yang menjalankan, siapa?. Kami ini kan memiliki legalitas.”
“Kami berjalan baik dengan universitas, dan tidak ada polemik. Apalagi sedang mempersiapkan pemilihan rektor baru dan dekan," beber dia. (ono)