RADARCIREBON.COM – Wali Kota Cirebon Effendi Edo minta maaf dan curhat minim anggaran untuk penataan Sungai Sukalila dan Kalibaru.
Itu dikatakan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kota Cirebon dan sejumlah pihak terkait.
Rapat berlangsung hari ini, Rabu (22/4/2026). Dimulai pukul 09.30 di Gedung DPRD Kota Cirebon.
Agenda utama yang dibahas adalah polemik pembongkaran jembatan rel kereta di kawasan Kalibaru, Kota Cirebon.
BACA JUGA:RDP Pembongkaran Rel Kereta Bersejarah Cirebon: Wali Kota Minta Maaf, KAI Beberkan Alasan
Jembatan ini peninggalan Belanda. Banyak pihak menyayangkan pemerintah dan PT KAI Daop 3 Cirebon yang melakukan pembongkaran tanpa mempertimbangkan nilai sejarahnya.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo mengucapkan permintaan maaf atas terjadinya polemik tersebut.
“Tentunya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada yang hadir saat ini ataupun warga Kota Cirebon umumnya, saya atas nama pemerintah daerah dan atas nama pribadi,” katanya mengawali RDP.
Edo juga mengungkapkan bahwa sebelum dilakukan pembongkaran, pihaknya telah mempertimbangkan berbagai hal.
BACA JUGA:MIRIS! Gunungan Sampah di Pesisir Kota Cirebon, Warga Tersiksa Bau Menyengat
BACA JUGA:Pencuri Motor Ditangkap Polisi di Cirebon, Beraksi Puluhan Kali Pernah di Perumahan Bima
“Bukan hanya sekedar merusak, tapi ini semua berdasarkan tahapan-tahapan yang telah kita lihat,” ujarnya.
Edo juga menegaskan, Pemerintah Kota Cirebon dan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCC) telah berkomitmen untuk melakukan penataan kawasan Sungai Sukalila dan Kalibaru.
“Penertiban (pedagang di bantaran sungai, Red) juga Alhamdulillah berjalan lancar,” kata Wali Kota.