LPM Karya Mulya Rangkul Mahasiswa Olah Sampah Menjadi Bernilai

Rabu 06-05-2026,17:34 WIB
Reporter : Abdullah
Editor : Leni Indarti Hasyim

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Karya Mulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.

Pada Selasa malam (5/5/2026), LPM Karya Mulya menggelar pertemuan strategis bersama sejumlah mahasiswa untuk membahas pemanfaatan sampah di wilayah tersebut. Ketua LPM Karya Mulya, Muhamad Yani, SH, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata untuk menghadirkan inovasi di tingkat kelurahan.

“Pertemuan ini melibatkan teman-teman mahasiswa untuk bersama-sama membahas program pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah,” ujar Muhamad Yani.

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menyoroti berbagai poin penting terkait pengabdian masyarakat. LPM berharap mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi warga Karya Mulya.

BACA JUGA:Bursa Transfer Manchester United: Schmeichel Dorong Rekrut Granit Xhaka, Solusi Lini Tengah?

Program kolaborasi ini mencakup berbagai bidang, mulai dari peningkatan ekonomi kreatif hingga edukasi lingkungan, yang semuanya bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat lokal.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memperluas jangkauan pengelolaan limbah melalui program Bank Sampah. Dalam hal ini, LPM menggandeng mahasiswa Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) untuk membentuk sub-unit bank sampah di lingkungan kampus.

Muhamad Yani, selaku pengawas Bank Sampah Karya Mulya, menyampaikan bahwa kolaborasi ini bermula dari inisiatif Rektor ISIF yang ingin mensosialisasikan pentingnya pengelolaan sampah kepada mahasiswa.

“Alhamdulillah, banyak mahasiswa yang hadir, termasuk Rektor ISIF dan jajarannya. Pertemuan ini sekaligus meresmikan pembentukan sub-unit bank sampah di lingkungan kampus,” jelasnya.

BACA JUGA:BREAKING NEWS: Sumur Pertamina di Losarang Indramayu Kebakaran

Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan partisipasi aktif seluruh civitas akademika dalam tata kelola sampah. Dengan terbentuknya sub-unit di ISIF, kampus kini memiliki pengurus resmi yang akan mengelola limbah domestik secara mandiri dan terorganisir.

“Harapannya, seluruh pihak di ISIF dapat berkontribusi langsung dalam menangani sampah, khususnya di wilayah Kelurahan Karya Mulya. Dengan adanya pengurus baru, manajemen sampah di kampus akan lebih profesional dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar,” terangnya.

Program Bank Sampah sendiri selama ini telah aktif di tingkat RW dan kini mulai merambah sektor pendidikan sebagai bagian dari edukasi berkelanjutan bagi generasi muda. Hingga saat ini, terdapat enam RW yang telah terlibat, yaitu RW 04, RW 05, RW 10, RW 11, RW 13, dan RW 14.

Khusus RW 14, fokus kegiatan lebih diarahkan pada sektor pendidikan, meskipun secara administratif tetap berada di wilayah tersebut.

BACA JUGA:JP Tenaga Medis di RSD Gunung Jati Turun akibat Penurunan Jumlah Pasien

Dengan keterlibatan enam RW ini, diharapkan dampak positif program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Karya Mulya sekaligus mendorong partisipasi wilayah lainnya di masa mendatang. (abd)

Kategori :