BACA JUGA:Aldi Satya Mahendra Bidik Top 5 di Sirkuit Favorit Autodrom Most World Supersport Ceko
Alih-alih menyehatkan, konsumsi jus seledri berlebihan justru bisa menyebabkan masalah pencernaan.
Beberapa orang melaporkan gejala seperti kembung, gas berlebih, hingga diare setelah mengonsumsinya.
Kandungan tertentu dalam seledri dapat mengalami fermentasi di dalam usus, yang memicu ketidaknyamanan, terutama bagi mereka yang memiliki sistem pencernaan sensitif.
3. Meningkatkan Sensitivitas Kulit terhadap Matahari
BACA JUGA:PSM vs Persib: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Parepare Tanpa Tiga Pilar
BACA JUGA:Spesifikasi Huawei MatePad Pro Max 2026: Tablet Flagship RAM 20GB Siap Gantikan Laptop
Efek samping lain yang sering diabaikan adalah meningkatnya sensitivitas kulit terhadap sinar matahari.
Kandungan psoralen dalam seledri dapat membuat kulit lebih rentan mengalami iritasi, ruam, bahkan terbakar saat terpapar sinar UV.
Kondisi ini bisa semakin berisiko jika Anda sering beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan kulit yang memadai.
4. Rendah Serat, Mudah Lapar
Meski berasal dari sayuran, jus seledri ternyata memiliki kandungan serat yang jauh lebih rendah dibandingkan bentuk utuhnya.
Proses pembuatan jus menghilangkan sebagian besar serat alami yang dibutuhkan tubuh.
Akibatnya, jus seledri lebih cepat dicerna dan membuat Anda merasa lapar dalam waktu singkat.
Jika tidak diimbangi pola makan sehat, kondisi ini bisa memicu kebiasaan makan berlebihan dan berdampak pada berat badan.
Konsumsi Secukupnya, Kunci Hidup Sehat