Dirut PDAM Tirta Jati Diganti, Hendra Siap Kejar Target 50 Ribu Pelanggan
Bupati Cirebon Drs H Imron MAg menunjuk Hendra Chandra Saputra (kanan) sebagai Plt Dirut PDAM Tirta Jati.-Deny Hamdani-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Kursi pimpinan Perumda Air Minum PDAM Tirta Jati Kabupaten Cirebon resmi mengalami pergantian.
Setelah masa jabatan Suharyadi berakhir, Bupati Cirebon menunjuk Hendra Chandra Saputra SH MAP sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Tirta Jati.
Penunjukan tersebut dilakukan agar roda perusahaan daerah tetap berjalan normal dan pelayanan air bersih kepada masyarakat tidak terganggu.
Selama ini, Hendra diketahui menjabat sebagai Direktur Umum PDAM Tirta Jati dan dinilai memahami kondisi internal perusahaan.
BACA JUGA:Pendaftaran Sekolah Maung di Cirebon, Banyak yang Ubah Strategi Sebelum Penutupan
Pergantian kepemimpinan itu resmi dilakukan pada Selasa, 26 Mei 2026. Pemerintah Kabupaten Cirebon berharap proses transisi manajemen berjalan lancar sambil menunggu penetapan direktur utama definitif.
Bupati Cirebon Drs H Imron MAg mengatakan, penunjukan Hendra dilakukan berdasarkan pengalaman dan pemahamannya terhadap tata kelola perusahaan air minum milik daerah tersebut.
Menurut Imron, keberadaan PDAM Tirta Jati memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pelayanan air bersih.
Karena itu, manajemen perusahaan harus tetap stabil dan mampu menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan.
BACA JUGA:Anak Pelaku Tawuran di Cirebon Dihukum Wajib Adzan dan Belajar Alquran, Simak Pertimbangan Hakim
“PDAM memiliki fungsi pelayanan publik yang sangat penting. Maka pelayanan kepada masyarakat harus tetap optimal,” ujar Imron.
Sementara itu, Plt Dirut PDAM Tirta Jati Hendra Chandra Saputra mengaku siap menjalankan amanah yang diberikan oleh pemerintah daerah.
Ia menegaskan akan langsung fokus pada sejumlah program prioritas demi meningkatkan kualitas perusahaan.
Salah satu target utama yang menjadi perhatian Hendra adalah menaikkan status PDAM Tirta Jati dari kategori perusahaan kelas rendah menjadi perusahaan kelas menengah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

