Pihaknya menerangkan, bahwa workshop ini dilatarbelakangan oleh masih banyaknya ketidaktahuan di tengah masyarakat mengenai batas aman dan urat-urat pada leher hewan yang wajib terputus saat penyembelihan agar sah secara syariat.
"Kadang di masyarakat kita tidak tahu batas penyembelihan yang sesuai dengan syariat itu seperti apa, urat apa saja yang harus dipotong. Melalui workshop ini, kami ingin mengedukasi agar masyarakat paham," tandasnya.
Tidak hanya membekali peserta dengan materi teori, workshop ini juga memadukannya langsung dengan sesi praktik lapangan. Panitia menyiapkan empat ekor kambing untuk praktik penyembelihan langsung. Selain itu, para peserta juga akan diajarkan teknik merebahkan (merobohkan) sapi dengan metode yang aman, minim stres bagi hewan, serta memenuhi standar syar'i.
"Untuk praktiknya nanti ada penyembelihan empat ekor kambing, dan praktik merobohkan sapi. Sapi hanya dirobohkan secara syar'i dan standar kita, tidak sampai dipotong," bebernya.
BACA JUGA:Miris! 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online, Menteri PPPA Sebut Ancaman Serius
Workshop ini juga menghadirkan pemateri berkompeten di bidangnya, yaitu Ustaz Yusuf Ash Shiddiq yang merupakan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Juru Sembelih Halal (Juleha) Jawa Barat. Melalui kegiatan ini, diharapkan para panitia qurban dan masyarakat umum dapat melaksanakan ibadah qurban secara lebih profesional, higienis, dan sesuai tuntunan agama. (Abd)