Batas usia maksimal peserta ditetapkan 42 tahun untuk seluruh kategori pelamar.
Masa studi berlangsung selama satu tahun akademik dengan konsep hybrid yang memungkinkan mahasiswa belajar di beberapa negara.
Semester pertama dilaksanakan di Georgetown SFS Asia Pacific yang berlokasi di Jakarta. Setelah itu, peserta akan melanjutkan studi di kampus utama Georgetown University di Washington DC, Amerika Serikat.
Selain itu, peserta juga akan mengikuti modul akademik singkat selama satu pekan di Georgetown University Qatar sebagai bagian dari pengalaman belajar internasional.
Program ini menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin berkarier di bidang diplomasi, pemerintahan, hubungan internasional, maupun organisasi global.
King's College London Hadir di Indonesia
Program ketiga merupakan kolaborasi antara LPDP dan Yayasan King's Singhasari Indonesia yang menghadirkan pendidikan berstandar internasional dari King's College London.
Menariknya, seluruh proses pendidikan dilaksanakan di Kampus Singhasari, Malang, Jawa Timur. Dengan demikian, peserta dapat memperoleh pendidikan dari universitas kelas dunia tanpa harus tinggal di luar negeri.
BACA JUGA:Baznas Kota Cirebon Berikan Beasiswa Mahasiswa Tidak Mampu Melalui SAHAJA
Program ini menawarkan dua pilihan studi, yaitu Master of Science in Digital Economies dan Master of Arts in Digital Futures.
Masa studi berlangsung selama dua tahun dan terbuka bagi masyarakat umum, ASN, anggota TNI, maupun anggota Polri.
Persyaratan akademik yang ditetapkan meliputi IPK minimal 3,00 serta kemampuan bahasa Inggris yang cukup tinggi.
Pelamar harus memiliki TOEFL iBT minimal 100 atau IELTS minimal 6,5 dengan skor minimum pada setiap komponen kemampuan bahasa.
Proses pendaftaran dilakukan secara paralel. Peserta wajib mendaftar ke King's College London sesuai program studi yang dipilih sekaligus mengajukan permohonan beasiswa ke LPDP.
Bukti pendaftaran ke universitas wajib dilampirkan dalam berkas pengajuan beasiswa.
Jadwal Lengkap Seleksi LPDP Co-Funding 2026