Program MBG Diprioritaskan untuk Ibu Hamil, Balita dan Daerah 3T, BGN Beberkan Strateginya

Kamis 04-06-2026,21:00 WIB
Reporter : Moh Junaedi
Editor : Moh Junaedi

Selain memperluas cakupan penerima manfaat, BGN juga menyiapkan strategi khusus untuk mempercepat pembangunan fasilitas pendukung Program MBG di wilayah 3T.

BACA JUGA:Ditahan Kejagung, Sony Sonjaya Tulis Pesan untuk Kepala BGN Baru, Begini Kata-katanya

Daerah tertinggal, terdepan, dan terluar dinilai memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan wilayah perkotaan, mulai dari akses transportasi, distribusi bahan pangan, hingga ketersediaan sumber daya manusia.

Karena itu, BGN tengah menyiapkan sejumlah alternatif skema pembangunan dan operasional dapur MBG agar pelaksanaannya tetap berjalan optimal tanpa menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam mendukung program tersebut, Wakil Kepala BGN Mayjen TNI Trenggono juga dilibatkan untuk membantu penguatan strategi di wilayah-wilayah yang memiliki karakteristik khusus.

Nanik menjelaskan bahwa keterlibatan unsur teritorial diperlukan karena wilayah 3T membutuhkan pendekatan yang berbeda dalam pelaksanaan program.

Menurutnya, pengalaman dan kemampuan dalam memahami kondisi wilayah menjadi faktor penting agar distribusi program dapat berjalan efektif dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Setelah melakukan konsolidasi internal, BGN juga menyusun berbagai langkah efisiensi agar pelaksanaan Program MBG tetap berjalan maksimal tanpa mengurangi kualitas pelayanan.

BACA JUGA:Terungkap! Kejagung Sudah Selidiki Dugaan Korupsi MBG Sebelum Pergantian Kepala BGN

Untuk tahun 2026, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp268 triliun guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.

Meski demikian, BGN menegaskan bahwa efisiensi tetap menjadi perhatian utama agar penggunaan anggaran lebih efektif dan memberikan dampak yang luas.

Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain melakukan refocusing atau penyesuaian sasaran penerima manfaat, moratorium pembangunan dapur baru di sejumlah titik, serta pembenahan fasilitas yang telah beroperasi.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus utama melalui pelatihan dan penguatan standar operasional di setiap dapur MBG.

"Efisiensi dilakukan bukan untuk mengurangi kualitas program, tetapi agar anggaran dapat digunakan secara lebih tepat sasaran.”

BACA JUGA:Modus Jual Beli Titik MBG Marak, BGN Gandeng Polri Ungkap Penipuan SPPG

“Kami akan fokus pada penerima manfaat, pembenahan dapur yang sudah ada, serta peningkatan kualitas SDM," jelas Nanik.

Kategori :