Kerja sama juga dilakukan dengan dunia pendidikan. Dalam proses pendaftaran sekolah maupun perguruan tinggi, orang tua siswa mulai didorong untuk mengaktifkan IKD sebagai bagian dari adaptasi layanan publik berbasis digital.
Di kalangan aparatur sipil negara (ASN), penggunaan IKD bahkan hampir menyeluruh. Hal itu menjadi salah satu indikator bahwa transformasi digital administrasi kependudukan sebenarnya mulai berjalan.
"Kami akan terus melakukan sosialisasi dan membuka layanan aktivasi di berbagai kegiatan masyarakat, termasuk dalam rangka Hari Jadi Cirebon," ujar Rahmat.
Ke depan, semakin banyak layanan publik yang akan terintegrasi dengan IKD. Kondisi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk beralih dari dokumen fisik menuju identitas digital yang lebih praktis, aman, dan efisien.
BACA JUGA:Polisi Bongkar Peredaran Tembakau Sintetis di Majalengka, 1 Pemuda Ditangkap, 11 Paket Disita
Transformasi digital memang tidak bisa terjadi dalam semalam. Dibutuhkan waktu, edukasi, dan perubahan kebiasaan. Namun, di tengah perkembangan teknologi yang terus melaju, IKD menjadi salah satu langkah penting menuju layanan administrasi kependudukan yang lebih modern dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat. (cep)