APPSI Cirebon Ingatkan Dewas dan Direksi Kinerja Nyata dan Solusi Konkret Bagi Pedagang Pasar
Ketua APPSI Kota Cirebon, Rommy Arief Hidajat SE-Abdullah-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM — Dewan Pengawas dan Direksi Perumda Pasar resmi dilantik Jumat (31/8/2026). Lalu bagaimana respon dari Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Cirebon.
APPSI Kota Cirebon menaruh harapan besar kepada jajaran Direksi dan Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Pasar Kota Cirebon definitif yang baru saja dilantik.
Ketua APPSI Kota Cirebon, Rommy Arief Hidajat SE menegaskan bahwa kepemimpinan baru Perumda Pasar harus segera tancap gas dan menunjukkan langkah nyata demi perbaikan tata kelola pasar serta kesejahteraan para pedagang.
"Pertama, saya mengucapkan selamat atas pelantikan direksi dan dewas Perumda Pasar. Ke depan, kami ingin melihat kinerja nyata dari mereka, bagaimana melangkah untuk Perumda Pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan pedagang," ujar Rommy.
BACA JUGA:Bersama BRI, Petani Kopi Asal Batang Sajikan Racikan Produk hingga Jangkau Pasar Dunia
Menurutnya, antara Perumda Pasar dan pedagang tradisional harus terjalin hubungan simbiosis mutualisme. Keberlanjutan Perumda Pasar sangat bergantung pada kondisi pedagang, mulai dari tingkat keterbayaran retribusi, daya beli masyarakat, hingga pemenuhan infrastruktur yang layak.
Menanggapi banyaknya pekerjaan rumah (PR) di pasar tradisional seperti penataan parkir, pengelolaan kebersihan, hingga kondisi fisik bangunan, Rommy, meminta jajaran direksi tidak membuang waktu dengan pemetaan masalah yang berlarut-larut.
"Seharusnya mereka sudah memahami peta permasalahan sejak mengikuti proses panitia seleksi (pansel). Jadi sekarang bukan saatnya lagi mitigasi, melainkan mencari solusi, kreativitas, dan inovasi untuk memecahkan persoalan kompleks ini," tegasnya.
Rommy juga menyinggung arahan Wali Kota Cirebon terkait evaluasi kinerja berkala setiap tiga bulan (triwulan). Pihaknya bersama masyarakat akan memantau ketat efektivitas kepemimpinan baru dalam periode uji coba tersebut.
BACA JUGA:Di Tengah Bentang Kepulauan Talaud, Mantri BRI Hadir Menggerakkan Denyut Nadi Perekonomian
"Dalam tiga bulan ini akan kita lihat bersama, apakah jajaran direksi ini memang mumpuni dan layak memimpin Perumda Pasar sehingga mampu memberikan kontribusi positif, baik bagi PAD (Pendapatan Asli Daerah) maupun pedagang," tambahnya.
Pihaknya menegaskan, Salah satu tantangan krusial yang disorot APPSI adalah penurunan drastis jumlah pedagang pasar tradisional di Kota Cirebon.
Romi membeberkan, dari semula terdapat sekitar 6.000 pedagang yang tersebar di 10 pasar tradisional, kini jumlahnya menyusut tajam hingga tersisa sekitar 2.500 pedagang. Penurunan populasi pedagang ini berdampak langsung pada capaian PAD yang disetorkan Perumda Pasar, yang saat ini sekitar Rp500 juta.
"Jika jumlah pedagang berkurang, secara kuantitas penerimaan retribusi pasti menurun. Direksi baru harus mampu meracik strategi pengelolaan aset dan bisnis lain tanpa harus membebankan kenaikan tarif retribusi kepada pedagang yang saat ini juga sedang berjuang menghadapi penurunan daya beli masyarakat," pungkasnya. (abd)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

