RADARCIREBON.COM – Masa libur sekolah berdampak pada penghentian sementara operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini ternyata membawa dampak lebih jauh terhadap pergerakan harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Kuningan.
Dalam beberapa pekan terakhir, harga berbagai komoditas pangan terpantau mengalami penurunan di sejumlah pasar tradisional.
Kondisi ini disambut positif oleh masyarakat karena dinilai mampu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, terutama untuk kebutuhan konsumsi harian yang selama ini menjadi penyumbang terbesar belanja keluarga.
BACA JUGA:Ketika Perempuan dan Kreator Lokal Ambil Alih Panggung Yamaha CLASSY Modifest 2026 Yogyakarta
Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan, komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain daging ayam broiler, telur ayam ras, minyak goreng, hingga berbagai jenis cabai.
Saat ini harga daging ayam broiler berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp32.000 per kilogram.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan beberapa waktu sebelumnya ketika permintaan pasar masih tinggi.
Sementara itu, harga telur ayam ras juga mengalami penurunan menjadi Rp24.000 per kilogram.
BACA JUGA:Ayah Tiri Ditangkap Polisi, Diduga Lakukan Kekerasan Seksual Berulang Kali
BACA JUGA:Pencuri Nyamar Jadi Petugas Kebersihan, Bobol Kotak Amal Musala di Cirebon
Komoditas ini menjadi salah satu kebutuhan pokok yang paling banyak dicari masyarakat sehingga perubahan harga cukup terasa bagi konsumen.
Untuk komoditas protein hewani lainnya, harga daging sapi masih bertahan di angka Rp140.000 per kilogram dan daging kambing Rp150.000 per kilogram.
Adapun harga daging ayam fillet berkisar Rp45.000 hingga Rp47.000 per kilogram, sedangkan ayam kampung dijual sekitar Rp65.000 per ekor.
Harga telur ayam kampung tercatat Rp3.500 per butir, telur bebek Rp3.000 per butir, dan telur puyuh sekitar Rp45.000 per kilogram.