MAJALENGKA – Jamaah calon haji (calhaj) asal Majalengka di musim haji tahun 2014 ini, latar belakang pendidikannya didominasi dari lulusan sekolah dasar (SD). Data yang tercatat di Seksi Urusan Haji dan Umrah Kemenag Majalengka, calhaj dengan kualifikasi pendidikan SD ada sebanyak 496. Dengan demikian, jika melihat jumlah total keseluruhan calon jemaah haji asal Majalengka tahun ini sebanyak 903 orang, maka calhaj yang lulusan SD mencapai lebih dari 60 persen. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Majalengka H Karna Sobahi MMPd saat pelepasan calhaj di Islamic Center, Rabu (10/9). Sementara, dari 15 ribu PNS terwakili oleh 133 orang yang berangkat ibadah haji, \"Ini juga membuktikan bukan karena profesi orang bisa berangkat ibadah haji,\" ucapnya. Dikatakan Wabup Karna, psikologi calhaj harus dipersiapkan secara maksimal mulai dari keberangkatan, di tanah suci hingga proses kepulangannya ke tanah air. Sebelum berangkat, wabup berpesan hendaknya calhaj bersilaturahmi kepada keluarga. Saling meminta maaf kepada kerabat dekat serta tidak lupa wasiat-wasiat kepada keluarga di rumah, juga perlu dilakukan. “Utang-utang yang ada juga hendaklah dilunasi atau dititipkan kepada anak dan sanak saudara. Sehingga ketika berangkat tidak ada lagi beban dan pasrahkan semuanya kepada Allah SWT,\" pesannya. Selain itu, memahami dan pedomani praktik manasik haji yang telah dipelajari sebelumnya dinilai sangat penting. Sehingga hal itu bisa dilakukan dan diimplementasikan ketika saat melaksanakan kegiatan ibadah haji. Sementara itu, Kepala Kemenag Drs H Udin Saprudin MM melalui Kasi Haji Dan Umrah H M Risan MM menambahkan, pemberangkatan calhaj di Majalengka terdiri dari tiga kloter yakni kloter 64 sebanyak 444 orang, kemudian kloter 77 sebanyak 15 orang dan kloter 78 sebanyak 444 orang. Kloter 64 diberangkatkan pada Minggu (21/9), sedangkan kloter 77 dan kloter 78 diberangkatkan Kamis (25/9) mendatang. Pihaknya mengingatkan kepada seluruh calhaj yang akan berangkat untuk tidak membawa barang-barang yang dilarang, seperti rice cooker, alat elektronik, kompor gas, minyak goreng, serta barang lainnya. Kepada pihak keluarga yang akan mengantar calhaj cukup sampai di lokasi pemberangkatan di masing-masing kecamatan. “Tidak perlu mengantar hingga Jakarta, karena akan mengganggu calon jamaah haji yang akan beristirahat,” imbaunya. (azs/ono)
60 Persen Calhaj Lulusan SD
Kamis 11-09-2014,13:30 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 15-03-2026,02:01 WIB
Ratusan Tukang Becak dan Sopir Angkot Cirebon Dapat Kompensasi Rp1,4 Juta Jelang Mudik Lebaran
Minggu 15-03-2026,05:01 WIB
Catat! Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan 18 Maret
Minggu 15-03-2026,04:04 WIB
Pembatasan Truk Saat Mudik Lebaran 2026 Berlaku, Pelanggar Terancam Tilang
Minggu 15-03-2026,06:01 WIB
Dialog Warga Desa Belawa: Pamsimas, Mobil Siaga, hingga Transparansi Titisara Jadi Sorotan
Minggu 15-03-2026,02:29 WIB
KLH Tinjau Pengelolaan Sampah di Stasiun Cirebon, Antisipasi Lonjakan Sampah Mudik
Terkini
Minggu 15-03-2026,22:15 WIB
Bangkit di Bulan Ramadan, Lentera Cirebon Raya Kembali Hadir dengan Beragam Program Sosial
Minggu 15-03-2026,21:00 WIB
Surga Tersembunyi, Ini Dia 8 Tempat Wisata Libur Lebaran di Majalengka Sejuk dan Instagramable
Minggu 15-03-2026,20:00 WIB
4 Aplikasi Pantau Kemacetan Mudik Lebaran 2026, Cek Kondisi Jalan Langsung dari HP
Minggu 15-03-2026,19:31 WIB
Bus Terbakar di Cipali KM 95 Arah Jakarta, Muncul Asap di Bagian Ini
Minggu 15-03-2026,19:00 WIB