Pendalaman tersebut dinilai penting karena TPSA merupakan lokasi dengan karakteristik berbeda dari kawasan lainnya.
Tumpukan sampah yang terdiri atas berbagai jenis material membuat potensi munculnya api menjadi lebih sulit dipastikan tanpa pemeriksaan di lapangan.
"Memang kebakaran ini terjadi di tempat khusus, yakni tempat pembuangan sampah akhir. Bukan kita kategorikan kebakaran hutan ataupun lahan, sehingga banyak benda-benda yang mudah terbakar," jelas Bellen.
Polisi Kerahkan 50 Personel
Dalam penanganan kebakaran TPSA Ciniru Kuningan, Polres Kuningan mengerahkan sekitar 50 personel.
Puluhan anggota tersebut tidak hanya membantu proses pemadaman, tetapi juga melakukan pengamanan kawasan dan mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.
"Kami sudah menerjunkan 50 personel, baik untuk membantu pemadaman maupun pengaturan lalu lintas," katanya.
Kepolisian bersama pemerintah daerah juga memastikan kondisi di sekitar lokasi terus dipantau.
Salah satu perhatian utama adalah potensi asap yang muncul dari tumpukan sampah dan dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Bellen menyebut lokasi kebakaran telah berhasil dilokalisasi dan berada cukup jauh dari permukiman warga.
Meski demikian, potensi dampak asap terhadap kesehatan tetap menjadi perhatian.
"Untuk dampak dari asap yang berpotensi menyerang penyakit ISPA, kita akan terus pantau seperti apa laporan di lapangan. Jika lebih cepat ditangani, maka dampaknya akan lebih rendah," ujarnya.
Dengan api yang telah berhasil dipadamkan, petugas kini berfokus memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Di sisi lain, proses pendalaman penyebab kebakaran terus dilakukan.
Jika nantinya ditemukan bukti adanya kelalaian ataupun tindakan yang dilakukan secara sengaja, kepolisian tidak menutup kemungkinan membawa kasus kebakaran TPSA Ciniru tersebut ke proses hukum.