Setelah itu, Indonesia juga akan menghadapi Noia Futsal. Klub asal Galicia tersebut dikenal sebagai salah satu tim mapan di Primera División Spanyol dan memiliki pengalaman tampil dalam persaingan UEFA Futsal Champions League.
Lawan berikutnya bahkan memiliki level yang lebih tinggi, yakni Palma Futsal. Klub tersebut tercatat sebagai salah satu kekuatan utama futsal Eropa dan telah mengoleksi tiga gelar UEFA Futsal Champions League.
Palma Futsal juga berada di posisi teratas Top European Futsal Club Ranking. Pertandingan melawan klub tersebut menjadi ujian berat sekaligus pengalaman berharga bagi skuad Garuda.
Bukan Sekadar Laga Pemanasan
Bagi Hector Souto, rangkaian pertandingan di Spanyol bukan sekadar laga pemanasan sebelum menghadapi agenda besar pada masa mendatang.
BACA JUGA:Cetak Pelatih Berkualitas, Asosiasi Futsal Kota Cirebon Gelar Kursus Level 1 Nasional
Pertandingan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada pemain Indonesia dalam menghadapi karakter permainan futsal Eropa yang memiliki tempo cepat dan intensitas tinggi.
Para pemain diharapkan mampu merasakan perbedaan ritme pertandingan, kualitas teknis, pengambilan keputusan hingga tekanan permainan yang lebih tinggi.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan skuad yang diproyeksikan tampil di Piala Dunia Futsal 2028.
Dengan menghadapi klub-klub yang memiliki pengalaman di kompetisi Spanyol dan Eropa, Timnas Futsal Indonesia dapat memperoleh gambaran mengenai aspek permainan yang masih harus dibenahi.
Souto pun memiliki waktu cukup panjang untuk membangun tim. Hasil dari rangkaian uji coba di Spanyol diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas permainan Garuda secara bertahap.
Target akhirnya bukan hanya meraih hasil positif dalam pertandingan uji coba, tetapi membentuk Timnas Futsal Indonesia yang semakin siap menghadapi persaingan internasional. (*)