Daya Motor

Pemkot Cirebon Perkuat Percepatan Penanganan Stunting, 10 Indikator Lampaui Target

Pemkot Cirebon Perkuat Percepatan Penanganan Stunting, 10 Indikator Lampaui Target

Pemkot Cirebon Perkuat Percepatan Penanganan Stunting, 10 Indikator Lampaui Target-Cecep Nacepi-Radar Cirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM — Upaya menekan angka stunting di Kota Cirebon terus diperkuat. Pemerintah Kota Cirebon melalui Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TP3S) menggelar rapat koordinasi untuk mewujudkan capaian penanganan stunting semester I 2026 sekaligus menyusun langkah-langkah percepatan layanan kesehatan bagi kelompok rentan, mulai dari ibu hamil, balita, hingga remaja putri.

Rapat dipimpin Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati, S.Pd.I., bersama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Sutikno, Ap., M.Si., serta menghadirkan sejumlah perangkat daerah terkait.

Evaluasi menunjukkan, prevalensi stunting di Kota Cirebon pada semester I 2026 berada di angka 14,13 persen. Angka tersebut memang sedikit meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 14,07 persen, namun masih menunjukkan perbaikan signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2023 yang berada di angka 19,9 persen.

Dari total 16.385 balita, sebanyak 2.191 anak tercatat masih mengalami stunting. Kecamatan Pekalipan wilayah menjadi dengan prevalensi tertinggi, yakni 16,37 persen. Sementara itu, Kecamatan Kejaksan mencatat pencapaian terendah sebesar 11,81 persen sekaligus telah mencapai target yang ditetapkan.

BACA JUGA: Angka Stunting Cirebon 14,13 Persen, Pemkot Perkuat Intervensi hingga Posyandu

Di tengah tantangan tersebut, sejumlah indikator intervensi menunjukkan perkembangan positif. Dari 12 indikator kesehatan yang dievaluasi, 10 indikator telah mencapai bahkan melampaui target semester I 2026.

Capaian tersebut antara lain terlihat pada skrining anemia remaja putri yang mencapai 95,34 persen dari target 75 persen. Konsumsi Tablet Tambah Darah juga mencapai 92,9 persen dari target 65 persen.

Pada kelompok ibu hamil, pemeriksaan kehamilan atau ANC enam kali telah mencapai 44,4 persen dari target 40 persen. Konsumsi suplemen gizi ibu hamil berada di angka 50,59 persen dari target 48 persen, sedangkan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK) mencapai 67,76 persen dari target 42 persen.

Sementara pada kelompok balita, pemantauan pertumbuhan atau D/S telah mencapai 94,47 persen dari target 80 persen. Capaian ASI eksklusif bagi bayi di bawah enam bulan mencapai 75,52 persen dari target 73 persen. Adapun pemberian MP-ASI beragam bagi anak usia 6–23 bulan mencapai 93,98 persen dari target 73 persen.

BACA JUGA: Wali Kota Cirebon Optimalkan Budidaya Ikan untuk Meningkatkan PAD dan Dukung Penanganan Stunting

Dua indikator bahkan telah mencapai capaian penuh, yakni pelayanan tata laksana gizi buruk pada balita serta cakupan kelurahan bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) yang masing-masing mencapai 100 persen.

Meski sebagian besar indikator menunjukkan hasil positif, Pemkot Cirebon masih memiliki pekerjaan rumah di dua sektor. Pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang baru mencapai 29,82 persen dari target 32,5 persen. Sementara cakupan imunisasi lengkap bagi baduta berada di angka 30,5 persen dari target 35 persen.

Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati menegaskan bahwa persoalan stunting tidak semata-mata berkaitan dengan kesehatan, tetapi berkaitan dengan kualitas generasi Kota Cirebon di masa mendatang.

«"Penanganan stunting nasional yaitu menjadi prioritasnya dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, yaitu gerakan programnya adalah bagaimana tentang penanganan stunting untuk generasi yang akan datang sehingga bisa menjadi zero stunting," ujarnya.»

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait