Misteri Bata Kuno di Ligung Majalengka, Ada Struktur Mirip Candi dan Benteng

Minggu 16-08-2026,05:03 WIB
Reporter : Ono Cahyono
Editor : Moh Junaedi

Naro kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Majalengka agar dapat ditindaklanjuti melalui kajian yang lebih mendalam.

Langkah tersebut dilakukan karena dugaan mengenai usia dan fungsi struktur tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan pengamatan masyarakat.

Pada Rabu 12 Agustus 2026, tim dari Bagian Kebudayaan Disparbud Kabupaten Majalengka bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) mendatangi lokasi untuk melakukan peninjauan.

Dalam pemeriksaan lapangan tersebut, tim kembali menemukan indikasi adanya struktur yang tersusun dari bata kuno.

Kali ini, struktur ditemukan di sekitar galian sumur yang lokasinya tidak jauh dari rumah warga.

Susunan bata tersebut terlihat memanjang. Berdasarkan pengamatan sementara tim di lapangan, bentuknya disebut menyerupai struktur benteng.

BACA JUGA:6 Wisata Sejarah Garut Penuh Legenda, dari Candi Kuno hingga Hutan Mistis

Selain melakukan pengamatan, sampel bata dari lokasi juga telah diambil. Sampel tersebut kemudian dibawa ke Disparbud Kabupaten Majalengka untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Diduga Candi, tetapi Masih Perlu Penelitian

Naro berharap temuan bata kuno di Ligung tidak berhenti pada penemuan dan dokumentasi semata.

Menurutnya, perlu dilakukan penelitian arkeologis secara menyeluruh untuk mengetahui asal-usul, usia, fungsi, serta konteks sejarah struktur tersebut.

Sebab, tanpa kajian dari ahli, belum dapat dipastikan apakah struktur itu merupakan sisa permukiman masyarakat masa lalu, bangunan dari masa kolonial, atau peninggalan keagamaan.

“Harapan saya, temuan ini segera ditindaklanjuti untuk dilakukan penelitian dan identifikasi. Apakah ini sisa bangunan penduduk zaman dulu atau sisa reruntuhan candi,” katanya.

Salah satu hal yang menurut Naro menarik perhatian adalah kondisi susunan bata tersebut.

Ia mengatakan tidak menemukan sisa kapur, adukan pasir, maupun semen pada struktur yang diamati. Padahal, material semacam itu lazim ditemukan pada sejumlah konstruksi bangunan yang lebih modern.

“Kalau bekas bangunan penduduk atau bangunan Belanda biasanya terdapat sisa kapur atau adukan pasir dan semen. Ini susunan batanya tidak ditemukan sisa adukan, hanya bata-bata yang disusun layaknya bangunan candi,” tuturnya.

Kategori :