Daya Motor

Misteri Bata Kuno di Ligung Majalengka, Ada Struktur Mirip Candi dan Benteng

Misteri Bata Kuno di Ligung Majalengka, Ada Struktur Mirip Candi dan Benteng

Sejumlah bata kuno berukuran lebih besar dari batu bata modern pada umumnya ditemukan di kawasan Blok Danaraja, Desa Ampel, Kecamatan Ligung, kabupaten Majalengka.-Ono Cahyono-radarcirebon.com

MAJALENGKA, RADARCIREBON.COM – Temuan sejumlah bata kuno berukuran lebih besar dari batu bata modern mengundang perhatian di Blok Danaraja, Desa Ampel, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.

Struktur bata yang ditemukan di tengah kawasan pemakaman warga tersebut diduga menyimpan jejak aktivitas masyarakat pada masa lampau.

Temuan itu bukan sekadar bata yang terkubur di dalam tanah. Sejumlah bata terlihat tersusun dalam pola tertentu, mulai dari susunan memanjang hingga bentuk yang menyerupai struktur bangunan.

BACA JUGA:Rahasia Sejarah Cirebon Terkuak, Disbudpar Gelar Kajian Manuskrip Kuno untuk Masyarakat

Bahkan, sebagian struktur disebut memiliki kemiripan dengan konstruksi bangunan kuno seperti candi. Namun, dugaan tersebut masih membutuhkan penelitian arkeologis sebelum dapat dipastikan.

Ketua Group Madjalengka Baheula (Grumala), Nana Rohmana, mengatakan informasi mengenai keberadaan bata kuno tersebut pertama kali diterimanya sekitar setahun lalu.

Informasi itu disampaikan Apid, kuncen Kompleks Makam Buyut Giwang yang berada di area pemakaman umum Blok Danaraja.

Menurut Nana yang akrab disapa Naro, bata-bata berukuran tidak lazim tersebut kerap ditemukan ketika warga melakukan penggalian liang kubur.

“Temuan serupa itu bahkan berulang kali muncul setiap kali dilakukan penggalian di kawasan tersebut. Menurut Pak Apid, temuan ini sudah lama. Setiap kali menggali kuburan selalu ditemukan bata-bata kuno,” tutur Naro, Jumat 14 Agustus 2026 kemarin.

Ia mengatakan susunan bata yang ditemukan tidak selalu memiliki bentuk sama. Pada beberapa lokasi, bata terlihat tersusun menyerupai pagar dan lantai.

Bahkan, terdapat pula struktur berbentuk melingkar yang oleh warga disebut menyerupai meja. Temuan berulang tersebut akhirnya mendorong Naro untuk melihat langsung lokasi.

BACA JUGA:DPRD Cirebon Tinjau Rel Kereta Kuno yang Dibongkar, Kondisinya Bikin Umar Klau Prihatin

Bata Berbeda dari Material Bangunan Modern

Setelah melakukan pengamatan, Naro menilai bata yang ditemukan memiliki karakter berbeda dengan batu bata yang umum digunakan pada bangunan masa kini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase