BACA JUGA:Jangan Jual Dulu! 10 Uang Kuno Indonesia Ini Diprediksi Meledak Harganya di 2026
Meski demikian, karakter tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa struktur tersebut merupakan bagian dari candi.
Diperlukan analisis lebih lanjut, termasuk pemeriksaan material, konteks lapisan tanah, pola struktur, serta kemungkinan keterkaitannya dengan situs-situs sejarah lain di sekitar wilayah tersebut.
Dekat Pertemuan Sungai Cimanuk dan Cikeruh
Selain bentuk dan karakter bata, lokasi penemuan juga menjadi salah satu aspek yang dinilai menarik.
Kawasan Blok Danaraja berada tidak jauh dari pertemuan aliran Sungai Cimanuk dan Sungai Cikeruh.
Dalam kajian sejarah perkembangan peradaban, kawasan di sekitar sungai kerap menjadi lokasi strategis bagi kehidupan masyarakat masa lalu.
Sungai bukan hanya berfungsi sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi jalur mobilitas, perdagangan, serta pusat aktivitas masyarakat.
Keberadaan sungai juga memungkinkan terbentuknya permukiman di wilayah sekitarnya karena masyarakat memperoleh akses terhadap sumber daya alam dan jalur transportasi.
Karena itu, temuan struktur bata kuno di kawasan Ligung dinilai memiliki nilai penting untuk ditelusuri lebih jauh.
Apabila penelitian nantinya membuktikan adanya situs permukiman atau bangunan bersejarah, temuan tersebut dapat menambah informasi mengenai sejarah perkembangan peradaban di wilayah Majalengka.
BACA JUGA:The Heritage Hunter di Cirebon, Ajak Masyarakat Jelajahi Warisan Sejarah dan Budaya Kota Cirebon
Namun, untuk saat ini seluruh dugaan tersebut masih bersifat awal.
Naro pun menegaskan bahwa dugaan mengenai candi atau bangunan kuno lainnya belum dapat dipastikan sebelum dilakukan penelitian oleh tim ahli.
“Yang paling penting sekarang adalah penelitian. Jangan sampai kita langsung menyimpulkan bahwa ini candi atau bangunan tertentu tanpa kajian,” ujarnya. (ono)