ABUJA - Pemerintah Nigeria akhirnya bisa memerangi wabah ebola. Kemarin (20/10) Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan negara tersebut bebas dari ebola. Di negara berpopulasi 173,6 juta orang itu, selama 42 hari terakhir ini, tidak ada kasus penularan ebola baru. Rentang waktu tersebut adalah dua kali masa inkubasi ebola, yakni 21 hari. \"Virus tersebut saat ini telah hilang. Wabah di Nigeria telah ditaklukkan. Ini adalah kisah sukses yang luar biasa untuk ditunjukkan kepada dunia bahwa ebola bisa dikontrol,\" ujar Perwakilan WHO di Nigeria Rui Gama Vaz. Hal senada diungkapkan Menteri Kesehatan Nigeria Onyebuchi Chukwu. Dia menegaskan bahwa ebola bisa ditaklukkan dan dikontrol. Salah satu contohnya adalah yang terjadi di Nigeria saat ini. \"Jika ada kasus (ebola) lagi yang muncul di masa depan, berdasar standar internasional, itu digolongkan sebagai wabah yang berbeda. Dan, jika itu terjadi, Nigeria siap dan dapat memeranginya seperti yang kami lakukan saat ini,\" terang Chukwu. Selama ini di Nigeria hanya ada 20 kasus ebola. Penularan terjadi saat Patrick Sawyer yang terbang ke Lagos pingsan di bandara. Pria berdarah Liberia-Amerika tersebut positif terjangkit ebola. Petugas medis yang merawatnya juga tertular. Delapan orang tewas karena penyakit itu. Chukwu lantas mengungkapkan alasan penyebaran ebola di negaranya bisa dikontrol, tidak seperti di negara-negara tetangganya. Menurut dia, sejak mengetahui ada wabah ebola di Sierra Leone, Liberia, dan Guinea, pihaknya langsung bersiap. Mereka tahu bahwa cepat atau lambat ebola akan menular ke Nigeria. Ketika hal tersebut benar-benar terjadi, Nigeria mengambil langkah cepat dengan mendeklarasikan status darurat serta membentuk Pusat Operasi Darurat Ebola (EOC). Mereka bekerja sama dengan pihak-pihak lain, termasuk WHO. Langkah selanjutnya adalah melatih dokter-dokter lokal mengenai standar pengamanan dan pengobatan ebola. Nigeria juga tidak menutup perbatasan. Menurut mereka, menutup perbatasan akan menimbulkan kepanikan. Orang-orang malah masuk secara ilegal dan tidak terkontrol. Sebaliknya, mereka tetap membuka perbatasan dan mengecek seluruh pendatang dari darat, laut, serta udara. Mereka juga mengontrol ketakutan masyarakat melalui media sosial. EOC mengunggah foto-foto pasien ebola yang berhasil selamat. Dengan begitu, warga tidak panik sehingga pemberian informasi yang benar bisa dilakukan secara lebih baik. (AFP/Time/BBC/sha/ami)
WHO Nyatakan Nigeria Bebas Ebola
Selasa 21-10-2014,08:18 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 17-03-2026,09:28 WIB
Catat! Jadwal One Way Nasional Mudik Lebaran 2026, Cek Skema dan Rutenya
Selasa 17-03-2026,15:16 WIB
ASTAGA, Wanita Korban Pembunuhan di Cirebon sedang Hamil 8 Bulan
Selasa 17-03-2026,11:56 WIB
Kasus Vina Cirebon: Mantan Mertua Asal China Temui KDM Sampaikan Hal Ini
Selasa 17-03-2026,13:26 WIB
Mutasi ASN Pemkab Cirebon: 115 Pejabat Resmi Dilantik, Ini Rinciannya
Selasa 17-03-2026,14:36 WIB
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Wanita di Tempat Kos Dukuh Semar Cirebon
Terkini
Rabu 18-03-2026,07:01 WIB
Penentuan 1 Syawal 1447 H, Kemenag Kota Cirebon Pantau Hilal di Gebang
Rabu 18-03-2026,06:01 WIB
19 Lokasi Sholat Idulfitri 2026 Muhammadiyah di Cirebon, Cek Titik Terdekat Anda
Rabu 18-03-2026,05:02 WIB
Siap-siap! One Way Nasional Arus Mudik Dimulai Pukul 12.00 WIB
Rabu 18-03-2026,04:31 WIB
MBG Libur Lebaran, Distribusi Bantuan Makanan Kembali 31 Maret 2026
Rabu 18-03-2026,04:03 WIB