BBM RON 92+ dan Risiko Mesin Knocking, Ini Hubungannya dengan Cuaca Terik

Kamis 10-09-2026,14:00 WIB
Reporter : Tatang Rusmanta
Editor : Tatang Rusmanta

BACA JUGA:BULOG Cirebon Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Juli-September 2026 Berjalan Tepat Sasaran

Untuk memahami hubungan antara cuaca panas, oktan, dan knocking, kita perlu melihat proses pembakaran pada mesin pembakaran dalam atau internal combustion engine (ICE).

Dalam kondisi normal, piston menekan campuran udara dan bahan bakar di dalam silinder. 

Setelah itu, busi menghasilkan percikan api pada waktu yang sudah ditentukan. 

Pembakaran kemudian berlangsung secara terkendali dan menghasilkan tekanan yang mendorong piston sehingga mesin menghasilkan tenaga.

BACA JUGA:40 Hektare Hutan Gunung Ciremai Terbakar, Angin Kencang Bikin Api Sulit Dikendalikan

Masalah muncul ketika sebagian campuran tersebut terbakar sendiri sebelum waktunya.

Fenomena tersebut dikenal sebagai auto-ignition. 

Pembakaran yang tidak terkontrol menciptakan gelombang tekanan yang bertabrakan dengan proses pembakaran normal. 

Benturan tekanan itulah yang menghasilkan suara khas berupa ketukan atau ngelitik.

BACA JUGA:Kabel Putus Picu Kecelakaan di Majalengka, Provider Dipanggil

Knocking bukan sekadar masalah suara. 

Jika terjadi berulang kali dengan intensitas tinggi, tekanan dan temperatur yang tidak terkendali dapat memberikan beban besar pada komponen di ruang bakar.

Mengapa Cuaca Panas Ekstrem Bisa Memicu Knocking?

Suhu lingkungan yang tinggi dapat memperberat kondisi kerja mesin. 

Risiko semakin besar ketika kendaraan digunakan dalam kondisi lalu lintas padat atau menghadapi beban mesin yang tinggi.

Kategori :