3. Mengurangi Risiko ECU Memundurkan Pengapian
Kendaraan modern umumnya dilengkapi sensor knock yang dapat mendeteksi gejala detonasi.
Ketika sistem mendeteksi knocking, ECU dapat menyesuaikan waktu pengapian untuk melindungi mesin.
Salah satu konsekuensinya, pengapian dapat dimundurkan.
Jika koreksi berlangsung terus-menerus, respons mesin bisa terasa kurang optimal. Tarikan dapat menjadi lebih berat dan efisiensi pembakaran bisa ikut menurun.
Dengan menggunakan bahan bakar sesuai spesifikasi mesin, termasuk nilai RON yang direkomendasikan, risiko kondisi tersebut dapat ditekan.
Apa yang Terjadi Jika Knocking Dibiarkan?
Knocking yang terjadi sesekali belum tentu langsung menyebabkan kerusakan berat.
Namun, knocking yang berlangsung berulang dan parah tidak boleh diabaikan, apalagi jika kendaraan terus digunakan dalam kondisi mesin bekerja keras.
Beberapa komponen dapat terdampak, antara lain:
- Piston
Tekanan dan temperatur pembakaran yang tidak terkendali dapat merusak permukaan piston jika berlangsung terus-menerus.
- Ring piston
Tekanan kejutan berulang dapat meningkatkan risiko kerusakan pada ring piston dan mengganggu kemampuan mesin mempertahankan kompresi.
- Busi dan katup
Temperatur ruang bakar yang terlalu tinggi dapat mempercepat kerusakan pada komponen seperti elektroda busi dan katup.
- Connecting rod dan bearing
Beban akibat tekanan pembakaran yang tidak normal juga dapat memberikan tekanan tambahan pada mekanisme penggerak piston dan komponen terkait.
Kerusakan pada komponen internal mesin tentu dapat berujung pada biaya perbaikan besar.
Dalam kondisi tertentu, pemilik kendaraan bahkan dapat menghadapi kebutuhan turun mesin atau engine overhaul.