Karena itu, mahasiswa perlu memahami persoalan yang menjadi perhatian sebelum menyampaikan tuntutan.
Penguasaan data dan kemampuan menganalisis masalah menjadi bekal penting agar kritik tidak sekadar menjadi pernyataan, tetapi juga memiliki dasar yang jelas.
BACA JUGA:Bupati Imron Minta Kepala Sekolah Jadi Teladan dalam Membangun Budaya Antikorupsi
Selain mendorong mahasiswa agar kritis, Imron menekankan pentingnya membangun karakter dan menjaga independensi.
Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak mudah terpengaruh atau diintervensi oleh kepentingan pihak tertentu.
“Mahasiswa harus punya karakter dan tidak mudah diintervensi oleh siapa pun,” tegasnya.
PPAB GMNI Cirebon Diikuti 45 Anggota Baru
Sementara itu, Ketua DPC GMNI Cirebon Dika Agung Wahyudi mengatakan, kegiatan PPAB kali ini diikuti 45 anggota baru yang berasal dari lima kampus di wilayah Cirebon.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi dalam membina anggota baru sekaligus menumbuhkan semangat berorganisasi, daya kritis, dan kepedulian terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.
Melalui proses penerimaan dan pembinaan tersebut, GMNI Cirebon diharapkan mampu melahirkan kader mahasiswa yang tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki pemahaman terhadap dinamika sosial dan pembangunan daerah.
Bertambahnya anggota baru juga diharapkan memperkuat peran GMNI Cirebon dalam mendorong partisipasi mahasiswa di ruang publik.
Kader mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan gagasan, menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab, serta ikut berkontribusi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
BACA JUGA:Imam Yahya Kembali Pimpin DPC PA GMNI Fokus Bela Kaum Marhaen
Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan semangat kritis dan aktivitas organisasi menjadi kontribusi nyata bagi Kabupaten Cirebon.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai penyampai kritik, tetapi juga dapat mengambil peran dalam membangun dialog, menawarkan pemikiran alternatif, dan mengawal persoalan daerah berdasarkan data serta kepentingan masyarakat. (*)