Guncangan frekuensi rendah akan memicu kenaikan tekanan air pori secara drastis di lapisan tanah lunak bekas danau purba.
Akibatnya, tanah padat mendadak kehilangan kekuatan gesernya. Berubah menjadi cairan.
Bangunan bertingkat, rumah warga, hingga infrastruktur di atasnya bisa amblas, dan terbalik. Juga bisa tergeser hanyut, persis seperti tragedi Petobo dan Balaroa pada gempa Palu 2018 lalu.
3. Efek danau purba bisa kembali
Guncangan hebat Sesar Lembang juga berpotensi memicu longsoran skala masif di kawasan perbukitan yang membendung aliran Sungai Citarum.
Jika terbenam total, fenomena banjir bandang genangan bisa mengisolasi Cekungan Bandung.
Artinya bisa mengembalikan fungsi bentang alamnya sebagai danau raksasa.
Ini bukan ramalan kiamat atau mitos geologi jutaan tahun lagi. Ini adalah kalkulasi matematis geologi darat yang aktif.
Seperti diketahui, Cekungan Bandung ini dihuni lebih dari 8 juta jiwa. Tingkat kepadatan bangunannya pun sangat masif. Bahkan banyak yang tanpa standar ketahanan likuefaksi yang memadai.
Pemerintah Daerah Bandung Raya; Kota/Kab Bandung, KBB, Cimahi dan Pemprov Jabar tidak boleh menunggu bencana tiba.
Audit kehandalan struktur bangunan, pemetaan peta zona likuefaksi terlarang, serta tata ruang berbasis kebencanaan harus menjadi prioritas mutlak. (*)