Menjaga kebersihan lahan, menghindari genangan, dan memantau kondisi tanaman secara rutin dapat membantu mengurangi risiko gangguan yang berpotensi merusak hasil panen.
5. Pahami Faktor yang Memengaruhi Rasa Manis Umbi Yakon
Rasa manis merupakan salah satu karakteristik yang membuat umbi yakon menarik untuk dibudidayakan.
Namun, tingkat kemanisannya tidak hanya ditentukan oleh banyaknya pupuk yang diberikan.
Kandungan gula pada umbi yakon dapat berubah selama pertumbuhan maupun setelah panen.
Sejumlah faktor yang memengaruhinya antara lain varietas, kondisi lingkungan tumbuh, waktu panen, serta penanganan pascapanen.
Penelitian yang dimuat dalam jurnal Field Crops Research pada 2004 menemukan bahwa penyimpanan dan paparan sinar matahari setelah panen dapat mengubah komposisi karbohidrat pada umbi yakon.
Dalam penelitian tersebut, konsentrasi gula sederhana meningkat seiring dengan berkurangnya kandungan fruktooligosakarida (FOS) selama perlakuan pascapanen.
Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan rasa dan komposisi gula pada yakon tidak hanya berkaitan dengan perawatan selama tanaman tumbuh, tetapi juga dengan kondisi umbi setelah dipanen.
Karena itu, pekebun perlu memperhatikan waktu panen dan penanganan hasil panen agar kualitas umbi tetap terjaga sesuai tujuan budidaya.
6. Panen dan Tangani Umbi dengan Hati-hati
Waktu panen yakon perlu disesuaikan dengan umur tanaman, kondisi pertumbuhan, dan karakteristik varietas yang dibudidayakan.
Hindari menggali umbi terlalu cepat sebelum berkembang dengan baik.
Sebaliknya, jangan membiarkan umbi terlalu lama berada di dalam tanah apabila lahan mulai tergenang atau tanaman menunjukkan tanda-tanda gangguan.
Kondisi lahan yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko kerusakan umbi.
Saat panen, gali tanah secara perlahan menggunakan alat berkebun agar umbi tidak terluka.