Kerusakan pada permukaan umbi dapat menjadi salah satu jalan masuk bagi mikroorganisme pembusuk, terutama jika hasil panen disimpan dalam kondisi lembap dan memiliki sirkulasi udara yang buruk.
Setelah dipanen, pisahkan umbi yang rusak atau menunjukkan gejala pembusukan dari umbi yang sehat.
Bersihkan tanah yang menempel secara hati-hati, kemudian simpan umbi dalam kondisi yang sesuai.
Lakukan pemeriksaan secara berkala selama penyimpanan. Jika ditemukan umbi yang mulai melunak, berubah warna, atau mengeluarkan bau tidak sedap, segera pisahkan dari umbi sehat untuk membantu mencegah kerusakan lebih lanjut.
Kesimpulan
Merawat tanaman yakon agar menghasilkan umbi yang manis dan sehat membutuhkan perhatian sejak persiapan lahan hingga penanganan pascapanen.
Tanah yang gembur, drainase yang baik, penyiraman sesuai kebutuhan, pemupukan seimbang, serta kebersihan lahan merupakan beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan.
Pekebun juga perlu memahami bahwa kualitas dan rasa manis umbi dipengaruhi oleh varietas, lingkungan tumbuh, waktu panen, serta penanganan setelah panen.
Dengan perawatan yang tepat dan pemantauan rutin, risiko pembusukan dapat dikurangi sehingga kualitas hasil panen lebih terjaga.
*Ditulis oleh Muhamad Ammar Robbani, mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.