MYANMAR - Untuk kali pertama, pemerintah Myanmar duduk satu meja dengan oposisi dan militer dalam sebuah pertemuan politik. Kemarin (31/10), Presiden Thein Sein mengundang Aung San Suu Kyi beserta tokoh oposisi dan petinggi militer ke Istana Kepresidenan di Kota Naypyitaw. Amandemen konstitusi menjadi topik utama. Pemandangan langka tercipta di ibu kota Myanmar kemarin. Thein Sein menyambut kedatangan Suu Kyi di Istana Kepresidenan. Dua tokoh yang berseberangan pandangan politik itu bersalaman dan saling tersenyum. Mereka lantas bergabung dengan tokoh-tokoh pemerintahan dan militer yang lain untuk membahas konstitusi dan Pemilu 2015. Pertemuan tertutup itu berlangsung sekitar dua jam. Parlemen Myanmar, rencananya, mengubah beberapa pasal dalam konstitusi. Yakni, pasal-pasal yang berkaitan dengan pencalonan mantan tahanan politik (tapol) sebagai presiden. Itu berkaitan dengan misi partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) mencalonkan Suu Kyi sebagai presiden dalam pemilihan umum (pemilu) tahun depan. Saat ini konstitusi alias Undang-Undang Dasar (UUD) Myanmar masih mengganjal langkah Suu Kyi menuju kursi presiden. Sebagai mantan tapol, ikon demokrasi Myanmar itu tidak bisa bebas mengaktualisasikan agenda politiknya. Tapi, tidak lama lagi, pemerintahan Thein Sein melenyapkan hambatan-hambatan itu lewat amandemen UUD. “Mereka sepakat membahas rencana amandemen konstitusi oleh parlemen, sesuai hukum yang berlaku,” papar Ye Htut, juru bicara kepresidenan, di hadapan media. Sayangnya, dia tidak mau memerinci lebih jauh tentang amandemen yang dimaksud. Tapi, sebelumnya NLD menyatakan bahwa mereka akan mendesak pemerintah menghapus pasal tentang veto junta militer. Selama ini, junta militer Myanmar yang sekitar lima dekade mencengkeram pemerintahan punya banyak hak istimewa. Salah satunya hak veto. Dengan hak tersebut, junta militer bisa membatalkan amandemen konstitusi. Karena itu, NLD menuntut pencabutan hak veto militer. “Pencabutan hak veto akan membuka banyak peluang bagi parlemen untuk mengamandemen konstitusi,” terang NLD. (ap/afp)
Suu Kyi Berpeluang Maju Pilpres 2015
Sabtu 01-11-2014,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 17-03-2026,04:02 WIB
Jelang Libur Lebaran, Hari Ini Bupati Cirebon Gelar Mutasi ASN Besar-besaran
Selasa 17-03-2026,09:28 WIB
Catat! Jadwal One Way Nasional Mudik Lebaran 2026, Cek Skema dan Rutenya
Selasa 17-03-2026,05:26 WIB
Tengah Malam, Damkar Kota Cirebon Selamatkan Pria Terjebak Lumpur di Pelabuhan Kejawanan
Selasa 17-03-2026,15:16 WIB
ASTAGA, Wanita Korban Pembunuhan di Cirebon sedang Hamil 8 Bulan
Selasa 17-03-2026,11:56 WIB
Kasus Vina Cirebon: Mantan Mertua Asal China Temui KDM Sampaikan Hal Ini
Terkini
Rabu 18-03-2026,02:01 WIB
Sekjen Demokrat Resmikan Kantor DPC Kabupaten Cirebon: Kekuatan Partai Ada di Akar Rumput
Selasa 17-03-2026,22:04 WIB
Bosscha Ungkap Posisi Hilal 29 Ramadan 1447 H, Peluang Terlihat Sangat Tipis
Selasa 17-03-2026,21:05 WIB
KAI Daop 3 Cirebon Petakan 9 Titik Rawan Banjir Jelang Mudik Lebaran 2026
Selasa 17-03-2026,20:12 WIB
Hingga Petang Ini, Arus One Way Tol Cipali Meningkat, 56 Ribu Kendaraan Melintas dari GT Cikopo
Selasa 17-03-2026,20:01 WIB