Biaya Melaut Membengkak, Harga Ikan Masih Rendah KANDANGHAUR – Keputusan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi memukul kehidupan para nelayan di pesisir pantai utara Eretan Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Kenaikan harga BBM mengakibatkan biaya operasional melaut menjadi membengkak. Bahkan kenaikan BBM tak sebanding dengan harga ikan yang didapat. Hal itu sebagaimana diakui Ketua KUD Misaya Mina Eretan Wetan, H Mansyur Idris bahwa kondisi nelayan saat ini sedang kritis akibat naiknya biaya operasional melaut. Selain kelimpungan untuk membeli BBM, mereka juga tertekan karena harus mengeluarkan dana lebih besar guna memenuhi sembako sebagai bekal selama menangkap ikan ditengah laut. “Untuk biaya beli BBM membengkak sampai 35 persen, untuk item sembako bertambah sampai 50 persen. Belum lagi harga alat tangkap ikan, suku cadang mesin yang pastinya ikutan naik. Bagaimana nelayan tidak menjerit,” kata dia kepada Radar, Kamis (20/11). Untungnya lanjut dia, saat ini sedang musim panen. Hasil tangkapan melimpah, membuat biaya operasional masih bisa ditutupi. Namun kondisi itu bakal berubah sebaliknya saat memasuki musim paceklik. “Sekarang saja saat musim panen ikan, nelayan gak bisa nabung. Sebab harga ikannya menurun karena mengikuti mekanisme pasar. Beda dengan beras yang harganya diatur sama pemerintah, ada harga eceran tertingginya. Ikan kan tidak, kalau lagi banyak ya harganya pasti turun,” jelas dia. Karena itu, para nelayan mendesak ada kompensasi atas naiknya harga BBM. Baik berupa sarana dan prasarana untuk meningkatkan hasil tangkapan atau subsidi pembelian di SPBN setempat. Namun Mansyur Idris pesimis janji pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib nelayan pasca naiknya BBM bakal segera terealisasi. Pasalnya, sampai dengan kini belum ada upaya nyata dari pemerintah untuk membantu para nelayan. “Katanya ada Kartu Sakti. Tapi sekarang belum ada yang datang melakukan pendataan atau apa lah. Kalau sudah begini, tidak ada kompensasi atau bantuan, nasib nelayan bakal semakin terpuruk,” tandasnya. (kho)
Nelayan Desak Kompensasi BBM
Jumat 21-11-2014,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 28-09-2026,09:49 WIB
Panduan Membeli Suzuki Ertiga Bekas: Rekomendasi Tahun Terbaik dan Nilai Investasinya
Senin 28-09-2026,10:01 WIB
Tragis! Pelajar SMKN 2 Cirebon Meninggal, Motor Terperosok Lubang
Senin 28-09-2026,04:00 WIB
8 Tanaman Hias Indoor Penyerap Polusi, Mudah Dirawat dan Bantu Bikin Udara Rumah Lebih Segar
Senin 28-09-2026,11:31 WIB
Anniversary Bima Putra Cup III: Ajang Pembinaan dan Uji Mental Talenta Muda Sepak Bola
Minggu 27-09-2026,21:25 WIB
Tanaman Minimalis Hias Paling Cantik untuk Rumah Modern, Nomor 3 Bisa Jadi Dekorasi Utama
Terkini
Senin 28-09-2026,19:30 WIB
Kemenkes Ungkap Positivity Rate Influenza Capai 56 Persen, Ini Kondisi Terbarunya
Senin 28-09-2026,19:00 WIB
5 Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan Usai Sidak Ombudsman, Ini Daftar dan Temuannya
Senin 28-09-2026,18:30 WIB
Kisah Haru PMI Cirebon: Terpisah 35 Tahun, Jaeni Akhirnya Berkomunikasi Lagi dengan Keluarga
Senin 28-09-2026,18:00 WIB
Sampah hingga Jalan Disorot, Herman Suryatman Minta Bappeda Jabar Kawal Anggaran Daerah
Senin 28-09-2026,17:30 WIB