Sebagian Majalengka Berada di Wilayah Patahan Bumi MAJALENGKA - Bagi masyarakat yang ada di 19 kecamatan Kabupaten Majalengka, tampaknya harus meningkatkan kewaspadaan saat tibanya musim hujan yang mulai berlangsung pada November 2014. Sebab berdasarkan hasil penilaian instansi terkait, 19 kecamatan di Majalengka tersebut masuk kategori rawan bencana alam dan bencana banjir. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka Drs Piping Maarif mengatakan, di Kabupaten Majalengka terdapat 15 kecamatan yang masuk kategori rawan bencana longsor dan 4 kecamatan rawan bencana banjir. Seiring dengan tibanya musim hujan, seluruh kecamatan yang termasuk ke dalam kategori rawan bencana harus meningkatkan kewaspadaan masyarakatnya. “Di tingkat nasional, Kabupaten Majalengka ini termasuk dalam urutan ke 16 indeks kerawanan bencana dan urutan ke 7 di tingkat Provinsi Jawa Barat. Kondisi tersebut salah satunya disebabkan Kabupaten Majalengka berada di wilayah patahan bumi sehingga sangat rawan bencana,” jelas Piping Maarif kepada Radar, kemarin (20/11). Dikatakannya, kecamatan yang masuk kategori rawan bencana alam longsor berada di daerah selatan dan timur Majalengka. Sedangkan yang masuk kategori rawan bencana banjir berada di wilayah utara dan hanya satu kecamatan yang ada di selatan yakni Kecamatan Cikijing. Lanjut Piping, kecamatan yang masuk kategori rawan bencana longsor tersebut antara lain Lemahsugih, Bantarujeg, Malausma, Cingambul, Cikijing, Talaga, Banjaran, Maja, Argapura, Sukahaji, Sindang, Sindangwangi, Rajagaluh, Majalengka, dan Cigasong. Kemudian yang rawan bencana banjir, selain Kecamatan Cikijing juga Kecamatan Kertajati, Ligung dan Sumberjaya. Ditambahkannya, upaya antisipasi terjadinya berbagai bencana terus dilakukan pihak-pihak terkait termasuk BPBD Kabupaten Majalengka. Namun demikian upaya antisipasi tersebut sifatnya hanya prepentif atau antisipasi agar saat terjadi bencana tidak ada korban jiwa. “Upaya antisipasi adanya korban di wilayah kecamatan rawan bencana baik rawan longsor maupun bencana banjir, dilakukan dengan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu ke depan di tahun 2015 BPBD menargetkan agar di setiap desa ada kader siaga bencana yang berfungsi sebagai jalur komunikasi saat terjadi bencana,” ujarnya. Selain upaya-upaya tersebut kata Piping, untuk jangka panjang pihaknya juga saat ini sedang merancang penyusunan draf Raperda tentang Penanggulangan Bencana di Majalengka. Dengan adanya perda, ke depan operasional penanganan bencana bisa lebih mudah dan lebih kuat payung hukumnya. (eko)
19 Kecamatan Siaga Bencana
Jumat 21-11-2014,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 15-03-2026,09:05 WIB
271 Balita Berisiko Stunting di Pegambiran Terima Bantuan Pangan dari MSP
Minggu 15-03-2026,18:30 WIB
Catat! Jadwal One Way dan Contraflow Tol Saat Mudik Lebaran 2026 Lengkap dengan Lokasinya
Minggu 15-03-2026,13:43 WIB
DPPKBP3A Berhasil Akses Dokumen Sinta, Korban 'Pengantin Pesanan' dari Cirebon
Minggu 15-03-2026,20:00 WIB
4 Aplikasi Pantau Kemacetan Mudik Lebaran 2026, Cek Kondisi Jalan Langsung dari HP
Minggu 15-03-2026,13:50 WIB
Arus Mudik di Tol Cipali, Lalu Lintas Ramai Lancar
Terkini
Senin 16-03-2026,06:00 WIB
KAI Daop 3 Cirebon Tambah Palang Pintu Jadi 4 Sisi di Perlintasan Krucuk, Tingkatkan Keselamatan
Senin 16-03-2026,05:00 WIB
7 Jus Alami untuk Mengatasi Sembelit, Solusi Aman Melancarkan Pencernaan
Senin 16-03-2026,04:00 WIB
Simon Grayson Pelatih Baru di Timnas Indonesia, Siap Dampingi John Herdman
Senin 16-03-2026,02:58 WIB
Spesifikasi Chery Rely R8, Pikap Tangguh Harga Mulai Rp289 Jutaan
Senin 16-03-2026,02:41 WIB