CIREBON – Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabuapaten Cirebon akan mengubah sistem kompetisi pada Piala Bupati 2015. Perbasi akan menerapkan membagi dua divisi. Hal itu dilakukan berdasarkan usulan sekolah-sekolah peserta Bupati Cup. Dengan dibagi menjadi dua divisi, sekolah-sekolah yang belum memiliki klub bola basket mapan bisa bersaing di Divisi II yang lebih ringan kualitas kompetisinya. Hal itu diungkapakan oleh Sekretaris Umum (Sekum) Perbasi Kabupaten Cirebon, Seno Hartono. Menurut Seno, level kompetisi pada setiap perhelatan Bupati Cup terus meningkat. Namun, masih ada sejumlah sekolah yang baru memulai pembinaan tim bola basket. “Tim-tim yang baru muncul ini akan sulit bersaing dengan tim-tim yang sudah lebih mapan. Memang sudah saatnya ada Divisi I dan Divisi II agar tim yang levelnya masih dibawah ada kesempatan untuk juara,” katanya. Divisi I akan dihuni oleh depalan tim terbaik. Delapan tim itu akan ditentukan berdasarkan hasil Bupati Cup tahun lalu. Artinya, tim bola basket yang lolos ke perempat final Bupati Cup 2014 berhak berkompetisi di Divisi I Bupati Cup 2015. “Nah Divisi II berlaku untuk tim yang tidak lolos ke babak delapan besar Bupati Cup 2014 atau tim lain yang baru pertama kali mendaftar Bupati Cup. Nantinya, akan diberlakukan sistem promosi dan degradasi,” terang Seno. Dengan mekanisme seperti itu, tantangan terbesar adalah anggaran. Dengan pembagian dua level kompetisi, jumlah pertandingan yang dilaksanakan pasti akan lebih banyak dan membutuhkan anggaran yang lebih besar. Apalagi, ada empat nomor pertandingan pada Bupati Cup, yaitu SMA putra dan putri serta SMP putra dan putri. Bagaimana Perbasi menyiasati anggaran? Kabinpres Perbasi Kabupaten Cirebon, Imam Gartina mengungkapkan, pembahasan soal teknis kompetisi dan anggran yang dibutuhkan akan digelar pada rapar kerja (raker). “Kita akan secepatnya melaksanakan raker. Mudah-mudahan ada jalan untuk menyiasati ketersediaan anggaran,” ujarnya. Lebih lanjut Imam mengungkapkan, membagi level kompetisi menjadi Divisi I dan Divisi II itu tidak mungkin dilakukan untuk semua nomor pertandingan. Untuk SMA dan SMP putri misalnya, jumlah pesertanya tidak pernah lebih dari 16 tim. “Dengan jumlah peserta sedikit, pembagian divisi I dan II tidak bisa dilakukan. Jika dipaksakan kompetisinya tidak menarik lagi,” terangnya. Jika pertimbangannya anggaran, Imam mengusulkan agar pemisahan Divisi I dan II itu dilakukan hanya untuk kategori SMA putra. “Menurut pertimbangan saya, hanya di kategori SMA putra pembagian kompetisi itu layak dilakukan. Pesertanya banyak dan perbedaan kualitas tim cukup mencolok,” paparnya. (ttr)
Perbasi Ingin Gelar Dua Level Kompetisi
Selasa 20-01-2015,09:00 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 14-06-2026,06:11 WIB
10 Mobil Bekas 7 Seater di Bawah 200 Juta, Kabin Luas Cocok untuk Kebutuhan Keluarga
Sabtu 13-06-2026,19:44 WIB
Hidup Makin Cerah! 7 Shio Aura Penarik Rezeki Juni 2026, Peluang Datang dari Berbagai Arah
Sabtu 13-06-2026,21:27 WIB
Jadwal Piala Dunia 2026 Minggu 14 Juni: Brasil vs Maroko, Australia vs Turki Live Pagi Ini
Sabtu 13-06-2026,19:31 WIB
Kabar Baik! Siswa Tak Lolos Sekolah Negeri di Jabar Akan Dibiayai Pemerintah
Minggu 14-06-2026,04:14 WIB
Hasil Qatar vs Swiss 1-1: Khoukhi Jadi Pahlawan, Grup B Piala Dunia 2026 Makin Ketat
Terkini
Minggu 14-06-2026,18:00 WIB
Meningkatkan Kapasitas, Membuka Peluang, Mewujudkan Kemandirian: Institut Kemandirian Kembali Buka Pelatihan
Minggu 14-06-2026,17:15 WIB
Gaji PPPK Tendik Masuk APBN, Forum Honorer Ungkap Kekhawatiran Baru
Minggu 14-06-2026,17:01 WIB
Benarkah Pertalite Akan Dihapus Setelah Harga Pertamax Naik? Ini Penjelasan Resmi Pertamina
Minggu 14-06-2026,17:01 WIB
Kia Experience Week Berlanjut Sepanjang Juni 2026, Kembali Menyapa Konsumen di Lintas Kota
Minggu 14-06-2026,16:33 WIB