Tak Penuhi Undangan, Kejaksaan Siapkan Panggilan Kedua SUMBER – Sejumlah pimpinan Dewan Masjid Indonesia (DMI) mangkir dari undangan pemeriksaan Kejaksaan Negeri Sumber. Pasalnya, Senin (23/2), kejaksaan mengundang sejumlah saksi seperti ketua DMI Kabupaten Cirebon, mantan ketua DMI Jawa Barat dan kepala Biro Keuangan Disdik Provinsi Jawa Barat. Namun, ketiga saksi tersebut tidak memenuhi panggilan. Ditemui di kantornya, Kepala Kejaksaan Negeri Sumber Dedie Triharyadi SH MH mengatakan, ketiga saksi tersebut tidak hadir tanpa alasan. Sehingga pihaknya akan mengagendakan untuk pemanggilan kedua. \"Hari Senin kemarin, diagendakan untuk memeriksaan ketua DMI, mantan ketua DMI Jabar dan kepala Biro Keuangan (Disdik Jabar, red). Namun tidak hadir tiga-tiganya dan alasan ketidakhadiran tidak ada. Jadi nanti kita agendakan untuk pemanggilan kedua,\" bebernya, kemarin (24/2). Pemanggilan kedua, kata dia, direncanakan akan dilakukan pekan depan. Sementara untuk kemarin, pemeriksaan pun hanya dilakukan pada satu sanggar. Padahal, pihak Kejaksaan Negeri Sumber mengundang 9 sanggar. \"Mereka masih penyelenggara KF (keaksaraan fungsional). Dari sembilan yang dipanggil, baru satu yang hadir,\" tuturnya. Mengenai pemanggilan tersangka, Dedie mengaku akan mengagendakan. Namun pemanggilan itu tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Mengingat, hingga saat ini, pemeriksaan baru berjalan sekitar 40 persen. Pemanggilan tersangka, kata Dedie, baru akan dilakukan jika pemeriksaan sudah berjalan 70 persen. \"Sekarang penyelenggara saja belum semua. Nantilah kalau sudah 70 persen, kita panggil tersangka,\" tuturnya. Pemanggilan saksi, kata dia, akan terus dilakukan. \"Setelah tersangka kita mintai keterangan baru kita menindaklanjuti,\" ujarnya. Terkait kasus dugaan korupsi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelontorkan dana sebesar Rp1,7 miliar untuk program keaksaraan fungsional melalui Dewan Masjid Indonesia ke 88 sanggar. Namun pada realitasnya, bantuan tersebut sudah dibagikan namun dipungut kembali. Bahkan terdapat sanggar yang tercatat, setelah Kejaksaan Negeri Sumber menyelidiki tidak menggelar program tersebut. Berdasarkan data sementara kerugian negara mencapai Rp783 juta. Bagaimana dengan kasus korupsi database di disdukcapil? Dedie mengatakan, untuk saat ini Kejari Sumber terfokus pada penanganan kasus korupsi DMI. Setelah kasus DMI tersebut selesai, Dedie berjanji akan menindaklanjuti kasus yang lain. \"Untuk yang disdukcapil nanti dulu, kita selesaikan satu-satu,\" tukasnya. (kmg)
Pimpinan DMI Mangkir
Rabu 25-02-2015,10:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 08-10-2026,17:07 WIB
John Herdman Soal Pemain Naturalisasi Baru untuk Piala Asia 2027: Pemain Nomor 7 dan 11 Sudah Saya Pantau
Kamis 08-10-2026,17:33 WIB
Pertanda Langgeng atau Berujung Perpisahan? Ini Cara Hitung Weton Jodoh dan Artinya
Jumat 09-10-2026,05:10 WIB
Timnas Indonesia Hadapi Grup Neraka Piala Asia 2027, Juara ASEAN Jadi Modal Jadi Kuda Hitam
Jumat 09-10-2026,05:11 WIB
Rela Lepas Kewarganegaraan Jepang, Taisei Marukawa: Cita-cita Saya Bermain untuk Indonesia, Naturalisasi?
Kamis 08-10-2026,15:49 WIB
Babi Hutan Ngamuk di Permukiman Cirebon, Anggota Linmas Jadi Korban
Terkini
Jumat 09-10-2026,15:18 WIB
Bukan Laptop Biasa! Ini Pilihan Laptop Modular yang Bebas Upgrade Komponen
Jumat 09-10-2026,15:00 WIB
Ada yang Dipersoalkan dari Arunika Kuningan, Ini yang Terungkap dalam Audiensi
Jumat 09-10-2026,14:35 WIB
KRTJ ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Progres Pembangunan Jalan Tol dan Jembatan
Jumat 09-10-2026,14:34 WIB
Sekolah-sekolah di Kuala Lumpur Ditutup, Kualitas Udara Terus Memburuk
Jumat 09-10-2026,14:30 WIB