KUNINGAN – Pasca dikukuhkan belum lama, pengurus MUI Kuningan mulai melangkah jauh. Setelah menyikapi ajuan penganut Ahmadiyah untuk mencantumkan Islam pada kolom agama dalam KTP, kini mulai menyoroti implementasi Perda Nomor 2/2008 tentang Madrasah Diniyah (MD). “Kami mendesak agar ijazah MD menjadi syarat siswa masuk jenjang SLTP. Karena kami menerima banyak laporan dari bawah masih banyaknya siswa yang belum bisa membaca Alquran. Ini sangat memprihatinkan,” ungkap Ketua MUI Kuningan, KH Abdul Azis AN. Dalam memperjuangkan hal itu, kemarin (3/3), jajaran pengurus harian MUI Kuningan menggelar rapat dengan pejabat Disdikpora Kuningan. Namun saying, hanya dihadiri pejabat setingkat kasubid. Padahal rapat tersebut menyangkut kebijakan nasib ummat serta menuju visi Kuningan MAS. “Kita rapat dengan disdikpora yang intinya mendesak agar ijazah MD dijadikan syarat masuk SLPT. Pada prinsipnya setuju hanya katanya minta waktu terlebih dulu untuk memusyawarahkan,” tutur Azis. Alasan desakan tersebut, disamping masih banyaknya siswa SLTP yang belum bisa membaca Alquran, juga karena kabupaten lain sudah menerapkannya. Terlebih, Kuningan bervisi MAS dimana salah satu di antaranya ‘Agamis’. Sehingga, dengan penetapan visi tersebut, suasana di Kuningan sekarang harus serba bernuansa agamis. “Yang mengatur tentang MD ini Perdanya sudah ada, begitu pun Perbupnya. Itu ditetapkan sudah lama pada 2008 lalu. Jadi sudah saatnya diimplementasikan secara serius. Ini juga agar uang yang sudah teralokasikan untuk MDTA senilai Rp2 miliar tidak sia-sia,” tandas pimpinan Ponpes Nurul Huda Windusengkahan itu. Selain merapatkan hal itu dengan pejabat disdikpora, MUI juga menyambangi gedung DPRD, pada hari yang sama. Mereka menemui Ketua DPRD Rana Suparman SSos di ruang kerjanya. Kepada Rana, Azis menyatakan, MUI siap memberikan dukungan dan siap berpartisipasi mewujudkan visi Kuningan MAS. “Dalam mewujudkan visi Kuningan Agamis, perlu dilakukan optimalisasi Perda tentang MD. Perda ini menjadi kebanggaan muslim Kuningan. Kami menilai Perda tersebut merupakan langkah strategis dalam upaya meningkatkan nilai-nilai keagamaan di masyarakat, khususnya untuk generasi muda Kuningan,” papar Azis di hadapan Rana. Disamping melakukan evaluasi dan meningkatkan optimalisasi Perda Diniyah, MUI juga merekomendasikan agar Kuningan mempunyai ikon kebanggaan guna mendorong visi Agamis. Tentu saja dalam mewujudkannya membutuhkan berbagai macam potensi, keinginan yang kuat dan semangat membangun jiwa masyarakat yang tinggi. “Untuk kepentingan tersebut, MUI memberikan usulan sekaligus kesiapan bekerja sama dalam mewujudkan Kuningan Agamis melalui sebuah gerakan bernama Gerakan Berantas Buta Huruf Alquran,” sebutnya. Secara teknis, gerakan itu menjadi simbol upaya dari Pemkab Kuningan yang mendapat dukungan dari MUI. Gerakan ini juga sebagai upaya konkrit menuju Kuningan yang agamis dan menjadi landasan untuk pembangunan dalam berbagai aspek serta amal saleh bagi generasi mendatang. “Kami siap mempertanggungjawabkan konsepnya di Musrenbang nanti,” tegas Azis. Pihaknya bersyukur respons Rana Suparman selaku ketua DPRD luar biasa. Sebab hal itu menyangkut perwujudan visi Kuningan MAS yang selama ini didengung-dengungkan. Bahkan respons tersebut akan tercermin dalam kebijakan anggaran daerah. (ded)
MUI Desak Implementasi Perda Diniyah
Rabu 04-03-2015,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 30-09-2026,05:13 WIB
Panduan Membeli Mobil Bekas Suzuki Ertiga Gen 1, Kelebihan Mesin K14B Irit BBM, Kekurangan Cuma Ini
Selasa 29-09-2026,23:02 WIB
Tanaman Minimalis Hias Ini Cocok untuk Rumah Kecil, Nomor 4 Paling Menarik dan Banyak Dicari
Rabu 30-09-2026,00:00 WIB
Tanaman Minimalis Hias yang Sedang Jadi Favorit, Nomor 6 Cocok untuk Ruangan Sempit
Selasa 29-09-2026,19:32 WIB
DPRD Kabupaten Cirebon Konsultasi ke Kemendagri soal Seleksi Dirut Tirta Jati
Selasa 29-09-2026,18:29 WIB
Kasus Suspek Influenza A di Kuningan Naik September 2026, Pasien Anak Paling Banyak
Terkini
Rabu 30-09-2026,18:00 WIB
Nasi Berkat Aston Cirebon, Sajian Nusantara Lengkap dalam Satu Porsi
Rabu 30-09-2026,17:30 WIB
Honda DBL 2026 West Java Series Berakhir, SMAN 9 Bandung dan SMA BPK Penabur Cirebon Juara
Rabu 30-09-2026,17:00 WIB
Sunat Tanpa Jarum Suntik Kini Hadir di Cirebon, Besfren Khitan Buka Cabang Keempat
Rabu 30-09-2026,16:56 WIB
Darurat Literasi Reseptif: Siswa SMP Bisa Membaca, tetapi Tidak Memahami Isinya
Rabu 30-09-2026,16:40 WIB